KURASI MEDIA – Kelangkaan beras premium dalam kemasan, terjadi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi ini pun diperparah dengan harga beras yang kian melonjak.
Menurut informasi terakhir yang didapat, Rabu, 27 Agustus 2025, stok beras premium dalam kemasan menghilang dari peredaran.
Adapun para pedagang mengaku kesulitan untuk mendapatkan pasokan beras jenis ini dari distributornya.
Baca Juga:Presiden Prabowo Mendadak Panggil Kapolri dan Menteri Pertanian: Bahas Kasus Beras OplosanSkandal Beras Oplosan Terungkap: 212 Perusahaan Diduga Terlibat, Berikut Daftar Merek yang Beredar
Salah seorang pedagang beras di Pasar Singaparna, Tasikmalaya, Ucu Surya, menyebut bahwa stok persediaan beras premium sudah lama tidak ada lagi.
“Sudah hampir sebulan ini beras premium kemasan susah, tidak ada stok,” kata Ucu Surya, dikutip Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, kelangkaan tersebut dapat terjadi usai adanya isu beras plastik yang sempat viral di luar kota. Belum lagi sebelumnya, muncul juga kabar isu beras yang dioplos.
Akhirnya kini pedagang hanya bisa menjual sisa stok beras premium kemasan dari bulan lalu. Kondisi tersebut memkasa masyarakat beralih ke beras lokal, dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sayangnya, ketika beras premium kemaasan mengalami kelangkaan,harga semua jenis beras di pasaran justru mengalami kenaikan signifikan.
Beras kualitas biasa kini dijual seharga Rp13.500 per kilogram. Sedangkan itu, beras medium dibanderol Rp15.500 per kilogram.
Belum lagi hal yang paling membuat konsumen menjerit, yakni harga beras premium dari petani lokal sudah mencapai puncaknya, yaitu Rp16.500 per kilogram.
Baca Juga:Tak Mau Rakyat Dirugikan, Mentan Ultimatum Oknum Penjual Beras 212Penyerapan Beras BULOG Jawa Barat Tembus 352.680 Ton
Kondisi ini jauh dari harga ideal yang biasa diperoleh masyarakat, yakni sekitar Rp14.000 per kilogram gram.
Sehubungan dengan mahalnya harga beras, itu berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak konsumen terpaksa mengurangi jumlah pembelian.
Untuk memenuhi kebutuhan harian, banyak warga kini hanya mampu membeli dua hingga tiga kilogram beras. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah klaim pemerintah mengenai surplus stok beras nasional.
“Mahal berasnya, terus naik, Pak. Saya berharap harganya bisa kembali normal,” ujar salah seorang pembeli yang bernama Nono, dikutip Jumat (29/8/2025).
Terakhir, masyarakat pun berharap harga beras kembali stabil sehingga tidak lagi memberatkan ekonomi mereka. (*)