“Masih banyak konsumen yang kesulitan memilih kacamata karena kurang memahami warna dan bentuk frame yang sesuai dengan karakter visual mereka (skin tone, rambut dan warna mata). Melalui Personal Color Analysis (PCA), kami membantu pelanggan mendapatkan perpaduan yang harmonis bukan hanya enak dilihat, tapi juga menyatu dengan proporsi wajah serta karakter warna kulit mereka,” ujar Daniella Tambunan, praktisi certified color consultant, Color Code yang telah bekerja sama dengan KCMTKU selama beberapa waktu terakhir.
KCMTKU juga menunjukkan pertumbuhan positif dari sisi bisnis. Dalam enam bulan terakhir, KCMTKU menambah tiga offline store baru, berlokasi di Trans Studio Mall Bandung, Trans Studio Mall Makassar, dan PVJ Bandung yang direncanakan akan segera dibuka. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti BINUS University, Universitas Pelita Harapan, hingga mitra asuransi dan layanan perbankan dan keuangan seperti BCA Life, Indodana, dan AdMedika juga dilakukan untuk mempertegas komitmen pada aspek inklusivitas dan keberlanjutan pengalaman konsumen.
Sebagai bagian dari langkah keberlanjutan, KCMTKU telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkaya pengalaman konsumen secara menyeluruh. Selain merencanakan ekspansi ke berbagai daerah lainnya, KCMTKU juga tengah mengembangkan lini produk pelengkap mulai dari tali kacamata (strap), pouch bergaya, hingga koleksi lensa dengan fitur proteksi blue light yang relevan dengan gaya hidup digital saat ini.
Baca Juga:Wadirut Telkom Tekankan Pentingnya Manajemen Strategik demi Jaga Daya Saing dan Ketahanan IndustriManfaatkan Mobile JKN, Anjuni Tetap Terlayani Meski Pindah Domisili
Upaya ini mencerminkan komitmen jangka panjang KCMTKU dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai merek gaya hidup yang inklusif dan adaptif.
“Enam tahun pertama ini adalah fondasi, dan kami melihatnya sebagai awal dari perjalanan yang lebih besar. Kami ingin terus hadir sebagai brand yang mendengarkan, bertumbuh bersama pelanggan, dan membawa nilai personalisasi pada industri eyewear.” ujar Nathania. (**)