KURASI MEDIA – Rumah mewah milik anggota DPR Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa setelah pernyataannya yang kontroversial memicu kemarahan publik. Amarah warga pecah menjadi kericuhan, di mana isi rumah Sahroni dikuras habis, mulai dari barang mewah hingga benda pribadi yang tak terduga.
Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana tak terkendali. Warga terlihat menggotong bathtub besar dan piano hitam mewah keluar dari rumah. Adegan tersebut langsung viral dengan ribuan komentar sinis. Tak hanya itu, sejumlah warga juga memamerkan celana dalam bermerek dan pakaian pribadi milik Sahroni, menjadikannya bahan olok-olok warganet.
Barang-barang lain yang berhasil dijarah antara lain konsol PlayStation 5 (PS5), jaket dinas DPR dengan emblem MPR RI, serta ijazah sekolah yang fotonya ramai beredar. Penemuan ijazah dengan nilai pas-pasan langsung memancing komentar pedas dari publik. Lebih mengejutkan lagi, warga menemukan koper berisi senjata api lengkap dengan izin kepemilikan, yang menimbulkan pertanyaan besar soal legalitasnya.
Baca Juga:Barang Mewah Bernilai Miliaran Hingga Sertifikat Tanah Ahmad Sahroni Dijarah WargaBarang-Barang Fantastis yang Digondol dari Rumah Ahmad Sahroni: Iron Man, Labubu, hingga Jam Richard Mille
Tidak berhenti di situ, beberapa pemuda yang ikut serta bahkan sempat berenang di kolam pribadi Sahroni. Aksi ini menambah kehebohan sekaligus memperlihatkan betapa tak terkendalinya situasi di lapangan.
Peristiwa penjarahan ini memicu reaksi keras dari masyarakat luas. Tagar #Sahroni dan #PenjarahanJakut mendominasi media sosial, memperlihatkan kemarahan rakyat terhadap wakil rakyat yang dianggap tidak berpihak pada publik. Banyak yang menilai peristiwa ini sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap perilaku elit politik.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kerugian maupun langkah hukum yang akan diambil. Namun, desakan publik agar kasus ini ditindaklanjuti, baik terkait pernyataan kontroversial Sahroni maupun kepemilikan barang-barang mencurigakan di rumahnya, semakin kuat. (**)