Serentak Beras Murah Serbu 31 Kecamatan di Kabupaten Bandung, Warga Antusias!

Beras Murah
Pemkab Bandung luncurkan pangan murah
0 Komentar

KURASI MEDIA – Suasana berbeda terasa di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung pada Sabtu pagi (30/8/2025). Warga tampak berbondong-bondong mendatangi titik distribusi Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak.

Bukan tanpa alasan, di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, hadirnya beras murah jadi angin segar bagi banyak keluarga.

Program ini bukan hanya berlangsung di Kabupaten Bandung, tetapi juga digelar serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari agenda nasional yang diinisiasi pemerintah pusat. Tujuannya jelas: membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi.

Baca Juga:KPK Apresiasi Komitmen Kang DS Cegah Korupsi di Lingkungan Pemkab BandungDiklat Satgas Linmas, Sinergi Pemkab Bandung dengan Pusdikjas TNI AD Cimahi

Menariknya, meski sedang berada di Kota Ternate untuk menghadiri City Sanitation Summit XXIII Tahun 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna tetap meluangkan waktu mengikuti peluncuran gerakan ini lewat zoom meeting bersama jajaran pemerintah pusat.

Sementara itu, di Kabupaten Bandung sendiri, sejumlah pejabat daerah turut menyimak dan mengikuti acara dari Aula Kecamatan Kutawaringin. Hadir di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kawaludin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Uka Suska Puji Utama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Dicky Anugrah, serta berbagai unsur lainnya. Jajaran TNI, termasuk Dandim 0624 Letkol Inf Tinton Amin Putra, juga ambil bagian dalam kegiatan ini.

Menurut Kepala Dispakan Uka Suska Puji Utama, program ini tidak main-main. Total 120 ton beras disalurkan secara serentak ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung. Warga bisa membawa pulang beras berkualitas dengan harga hanya Rp 60.000 untuk 5 kilogram — jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Tujuan utama program ini adalah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan beban ekonomi mereka,” ujar Uka Suska. Ia menambahkan, distribusi beras murah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pemkab Bandung bekerja sama dengan Bulog dalam penyediaan stok beras tersebut.

Antusiasme masyarakat begitu terasa di lapangan. Di Kecamatan Majalaya, misalnya, warga sudah memadati lokasi sejak pagi. Banyak dari mereka yang langsung antre untuk mendapatkan jatah beras.

Camat Majalaya, Rofiran, menilai kegiatan ini sangat positif. “Ini sangat membantu masyarakat. Warga terlihat senang dan semangat karena bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” katanya.

0 Komentar