Teks Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Media Sosial dan Ujian Kejujuran

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang media sosial dan ujian kejujuran. (Pixabay/WebTechExperts)
0 Komentar

Menurut Moh Dulkiah dkk dalam Jurnalnya “Pola Penyebaran Hoaks pada Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di Bandung Jawa Barat”, Hoaks merupakan penyebaran informasi yang disusupi kebohongan demi kepentingan tertentu.

Komdigi menjelaskan bahwa, secara keseluruhan, kategori dan jumlah temuan konten hoaks meliputi kategori politik sebanyak 237 konten, pemerintahan sebanyak 214 konten, kesehatan sebanyak 163 konten, kebencanaan sebanyak 145 konten, lain-lain sebanyak 84 konten.

Di sisi lain, temuan hoaks kategori internasional dan pencemaran nama baik sebanyak 50 konten, perdagangan sebanyak 35 konten, kejahatan sebanyak 33 konten, keagamaan dan pendidikan sebanyak 8 konten serta mitos sebanyak 6 konten.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Baca Juga:Kolaborasi Telkom dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI IndonesiaBojan Hodak Isyaratkan Federico Barba Stay di Persib

Dalam Islam, Allah Ta’ala melalui Al-Qur’an mengajarkan pentingnya menjaga diri dari bahaya menerima informasi secara mentah tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu”. (QS Al-Hujurat: 6).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Syekh Nawawi Banten dalam tafsirnya Marah Labid jilid 2 hal 436 menjelaskan bahwa ayat di atas turun untuk Walid bin Uqbah, saudara Utsman bin Affan. Syekh Nawawi berkata:

نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِي الْوَلِيْدِ بْنِ عُقْبَةَ أَخِيْ عُثْمَانَ لِأُمِّهِ، بَعَثَهُ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَنِيْ الْمُصْطَلِقِ لِيَجِيْءَ بِصَدَقَاتِهِمْ، وَكَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ عَدَاوَةٌ فِيْ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا سَمِعُوْا بِهِ تَلَقَّوْهُ تَعْظِيْمًا لِأَمْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، فَجَاءَ مِنَ الطَّرِيْقِ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَقَالَ: إِنَّهُمْ مَنَعُوْا صَدَقَاتِهِمْ وَأَرَادُوْا قَتْلِيْ، فَغَضِبَ الرَّسُوْلُ، فَأَرَادَ هُوَ أَنْ يَغْزُوَهُمْ، فَنَهَاهُ اللهُ عَنْ ذَلِكَ

Artinya, “Ayat ini turun untuk Walid bin Uqbah, saudara Utsman. Nabi Muhammad SAW mengutusnya untuk menemui Bani Musthaliq guna mengambil sedekah dari mereka. Pada masa jahiliah, terdapat permusuhan antara Walid dan Bani Musthaliq. Ketika mendengar kedatangan Walid, Bani Musthaliq menyambutnya dengan baik sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Sekembalinya Walid menemui Rasulullah SAW, ia berkata, ‘Mereka (Bani Musthaliq) enggan menyerahkan sedekah mereka dan hendak membunuhku.’ Nabi Muhammad SAW pun marah dan hendak memerangi mereka. Namun Allah mencegah hal tersebut dengan menurunkan ayat ini.”

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Lebih lanjut, melalui peristiwa tersebut, Allah Ta’ala memberikan peringatan yang sangat penting kepada umat Islam agar tidak mudah mempercayai setiap kabar atau informasi yang diterima, terlebih apabila kebenarannya belum jelas.

0 Komentar