Melalui ayat ini pula, Allah memerintahkan kepada kita untuk melakukan penelitian dan verifikasi terlebih dahulu terhadap setiap berita, agar kita tidak terjerumus ke dalam bahaya hoaks yang dapat menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Terkait hal ini, Ibnu Asyur dalam kitab Tahrir wa at-Tanwir juz 26 halaman 231 menyampaikan penjelasannya sebagai berikut:
وَالْأَمْرُ بِالتَّبَيُّنِ أَصْلٌ عَظِيمٌ فِي وُجُوبِ التَّثَبُّتِ فِي الْقَضَاءِ وَأَنْ لَا يَتَتَبَّعَ الْحَاكِمُ الْقِيلَ وَالْقَالَ وَلَا يَنْصَاعَ إِلَى الْجَوَلَانِ فِي الْخَوَاطِرِ مِنَ الظُّنُونِ وَالْأَوْهَامِ
Artinya: “Perintah untuk melakukan tabayyun atau meneliti informasi merupakan dasar yang kuat dalam penetapan kewajiban untuk mencari bukti yang pasti dalam memutuskan suatu perkara, agar seorang hakim tidak mengikuti ucapan-ucapan yang beredar dan tidak terjebak dalam bahaya prasangka.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Baca Juga:Kolaborasi Telkom dan Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Talenta AI IndonesiaBojan Hodak Isyaratkan Federico Barba Stay di Persib
Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk menjaga lisan dan tangan kita, agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Hal ini penting dilakukan agar kita tidak terjerumus ke dalam perbuatan dusta, yaitu menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sejalan dengan hal tersebut, inilah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari berita hoaks: Pertama, berhati-hati terhadap judul berita yang bersifat provokatif, karena berita hoaks sering kali menggunakan judul yang sensasional untuk memancing emosi pembaca.
Kedua, mencermati alamat situs sumber berita. Apabila berita berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog pribadi, maka informasi tersebut patut diragukan.
Ketiga, memeriksa fakta dengan memperhatikan asal berita serta siapa pihak yang menjadi sumber informasi tersebut. Keempat, mengecek keaslian foto atau video.
Di era teknologi digital saat ini, tidak hanya teks yang dapat dimanipulasi, tetapi juga gambar dan video. Tidak jarang pembuat berita palsu mengedit visual untuk memprovokasi pembaca.
Demikian khutbah ini khatib sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita semua dan menjauhkan kita dari perbuatan dosa, khususnya dosa berdusta dengan menyebarkan berita-berita hoaks yang beredar di media sosial.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Baca Juga:Teks Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Muhasabah Sebelum Hisab, Jalan Meraih Kebahagiaan AkhiratCek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Kamis 8 Januari 2026
Teks khutbah ini ditulis oleh Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu.
Sumber: NU Online. (*)
