Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Islam Mengajarkan Adab Mengucap Terima Kasih Kepada Allah

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang Islam mengajarkan adab mengucap terima kasih kepada Allah. (Pixabay/omarsiddiqui39)
0 Komentar

Kehidupan di sekitar kita berjalan dengan aturan yang sempurna, dari pagi yang datang tepat waktu hingga rezeki yang mengalir tak terduga. Semua ini adalah karunia yang terus mengalir setiap hari, meski sering kali kita lupakan.

Dari sinilah seharusnya sadar bahwa kita adalah penerima yang terus-menerus menerima kebaikan. Maka sebagai penerima, sudah sepantasnya kita berterima kasih atas semua nikmat dan karunia tersebut.

Bahkan, andai Al-Qur’an tidak memerintahkan kita untuk bersyukur, sudah selayaknya hati nurani kita sendiri yang menuntun.

Baca Juga:KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry ExpressCek Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026

Namun persoalannya tidak berhenti pada hati nurani saja, karena Allah memerintahkan kita untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya, “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras’.” (QS. Ibrahim: 7).

Namun demikian, betapa pun kita berusaha untuk bersyukur, kita harus menyadari bahwa nikmat yang telah Allah berikan sangatlah banyak, bahkan tak terhitung jumlahnya.

Saking banyaknya, Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa kita tidak akan mampu menghitung semua nikmat tersebut. Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 18:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوها إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Ayat ini adalah pengingat bahwa betapa pun besar usaha dan upaya untuk bersyukur, kita tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan Allah.

Karena nikmat-Nya melebihi segala aspek kehidupan setiap manusia, mulai dari hal-hal yang paling kecil hingga hal-hal yang paling besar, seperti napas yang kita hirup, makanan yang kita makan, hingga keluarga dan teman-teman yang kita cintai.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026Rekam Jejak Samu Castillejo yang Diisukan ke Persib, Sempat Main di AC Milan dan Valencia

Namun demikian, ketidakmampuan untuk mensyukuri semuanya tidak berarti boleh meninggalkan berterima kasih kepada-Nya, karena justru di sinilah letak esensi penghambaan kita.

Kita tetap berusaha sekuat tenaga untuk berterima kasih, mengakui segala karunia-Nya, dan menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai.

0 Komentar