Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Islam Mengajarkan Adab Mengucap Terima Kasih Kepada Allah

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang Islam mengajarkan adab mengucap terima kasih kepada Allah. (Pixabay/omarsiddiqui39)
0 Komentar

Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi dalam kitab Tafsir al-Wasith lil Qur’anil Karim, jilid VIII, halaman 124 mengatakan:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ، الَّتِي أَنْعَمَهَا عَلَيْكُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ، وَفِيمَا سَخَّرَهُ لَكُمْ، لَا تَسْتَطِيعُونَ حَصْرَ هَذِهِ النِّعَمِ لِكَثْرَتِهَا وَلِتَنَوُّعِهَا. وَمَا دَامَ الْأَمْرُ كَذَلِكَ فَاشْكُرُوهُ عَلَيْهَا مَا اسْتَطَعْتُمْ

Artinya, “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, yang telah Dia anugerahkan kepadamu pada dirimu sendiri, dan pada apa yang Dia tundukkan untukmu, kamu tidak akan sanggup menghitung nikmat-nikmat ini karena banyaknya dan karena keragamannya. Dan selama keadaannya demikian, maka bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-nikmat itu semampu kalian.”

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan kita untuk bersyukur kepada Allah dengan berterima kasih kepada-Nya, sekalipun kita tidak mampu menghitung jumlah nikmat dan karunia yang Dia berikan kepada kita.

Baca Juga:KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry ExpressCek Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026

Caranya adalah dengan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya semampu kita, dan sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang kita miliki.

Tapi juga perlu diingat bahwa syukur kepada Allah ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi juga bisa dalam bentuk perbuatan, yaitu dengan menggunakan nikmat-nikmat-Nya untuk hal-hal yang bermanfaat dan diridhai oleh-Nya.

Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Imam al-Baghawi, dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an, jilid I, halaman 168:

قَوْلُهُ تَعَالى: وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ، يَعْنِي وَاشْكُرُوا لِي بِالطَّاعَةِ وَلَا تَكْفُرُونِي بِالْمَعْصِيَةِ فَإِنَّ مَنْ أَطَاعَ الله فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ عَصَاهُ فَقَدْ كَفَرَهُ

Artinya, “Firman Allah Ta’ala: ‘Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.’ (QS. Al-Baqarah: 152), maknanya adalah bersyukurlah kepada-Ku dengan ketaatan dan janganlah kamu kufur kepada-Ku dengan kemaksiatan. Karena sesungguhnya barangsiapa yang taat kepada Allah, maka ia telah bersyukur kepada-Nya, dan siapa yang bermaksiat kepada-Nya, maka ia telah kufur kepada-Nya.”

Lebih dari itu, Islam juga mengajarkan bahwa Allah sangat menghargai rasa terima kasih hamba-Nya, bahkan dalam hal-hal yang kecil sekalipun.

Bayangkan, Allah tidak hanya senang dan ridha jika kita bersyukur atas nikmat-nikmat besar seperti kesehatan dan rezeki, tetapi juga atas nikmat-nikmat sederhana seperti makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Hal ini sebagaimana disampaikan dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ العَبْدِ أنْ يَأكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 22 Januari 2026Rekam Jejak Samu Castillejo yang Diisukan ke Persib, Sempat Main di AC Milan dan Valencia

Artinya, “Sesungguhnya Allah benar-benar ridha terhadap seorang hamba yang makan sesuap makanan, lalu ia memuji-Nya atas makanan itu, atau minum seteguk minuman, lalu ia memuji-Nya atas minuman itu.” (HR. Muslim).

0 Komentar