KURASI MEDIA – Drama Korea Netflix Can This Love Be Translated? bukan sekadar kisah romansa lintas budaya. Di balik cerita cinta yang tampak ringan, drama ini menyimpan lapisan psikologis yang kuat tentang komunikasi emosional, trauma relasi, dan kebutuhan manusia untuk dipahami.
Dibintangi oleh Kim Seon-ho dan Go Youn-jung, drama ini mengangkat relasi unik antara seorang penerjemah profesional dan figur publik internasional yang hidup di bawah tekanan ekspektasi global.
Sinopsis Singkat
Can This Love Be Translated? mengisahkan seorang penerjemah bahasa yang bertugas menjembatani komunikasi lintas bahasa dan budaya dengan seorang figur publik dunia hiburan. Namun seiring waktu, “terjemahan” yang dibutuhkan bukan hanya bahasa, melainkan perasaan, luka batin, dan kebutuhan emosional masing-masing.
Baca Juga:Bikin Susah Move On! Daftar Drakor Terbaru 2026 yang Lagi TrendingDrakor Can This Love Be Translated? Viral, Kim Seon Ho Ungkapkan Chemistry dengan Go Youn Jung
Cinta dan Masalah Komunikasi Emosional
Dari sudut pandang psikologi, konflik utama dalam drama ini bukan terletak pada perbedaan bahasa, melainkan gagalnya komunikasi emosional (emotional miscommunication).
Banyak adegan menunjukkan bagaimana:
- Perasaan tidak tersampaikan secara utuh
- Emosi ditekan demi profesionalisme
- Kata-kata tidak selalu mewakili makna batin
Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai alexithymia ringan, kondisi ketika seseorang kesulitan mengenali dan mengekspresikan emosi secara verbal.
Tokoh Utama dan Pola Attachment
Karakter utama laki-laki menunjukkan kecenderungan avoidant attachment:
- Menjaga jarak emosional
- Sulit membuka diri
- Lebih nyaman dalam hubungan profesional dibanding relasi personal
Sementara karakter perempuan lebih merepresentasikan anxious attachment:
- Membutuhkan kejelasan emosional
- Sensitif terhadap perubahan sikap pasangan
- Cenderung memikul beban emosional sendiri
Pertemuan dua pola attachment ini menciptakan tarik-ulur emosi yang realistis dan dekat dengan pengalaman banyak penonton.
Bahasa sebagai Metafora Psikologis
Judul Can This Love Be Translated? berfungsi sebagai metafora kuat. Dalam psikologi relasi, tidak semua perasaan bisa diterjemahkan secara literal.
Drama ini menyoroti bahwa:
- Empati sering kali lebih penting daripada kata-kata
- Diam bisa berarti perlindungan diri, bukan penolakan
- Cinta menuntut kehadiran emosional, bukan sekadar pengertian rasional
Ini selaras dengan konsep emotional attunement, yakni kemampuan untuk selaras secara emosional dengan pasangan.
