Teks Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Saling Memaafkan, Bekal Batin Menyambut Ramadhan

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang saling memaafkan jadi bekal batin dalam menyambut Ramadhan. (Pixabay/SCY)
0 Komentar

Sebagai seorang muslim yang merindukan ampunan Allah, tentu kita sangat menantikan kedatangan bulan mulia ini. Namun sebelum kita memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, ada satu hal penting yang perlu kita lakukan, yaitu membersihkan hati dari segala penyakit yang tercela.

Karena hati yang bersih akan memudahkan kita untuk khusyuk dalam beribadah, ikhlas dalam beramal, dan tulus dalam berbuat kebaikan. Salah satu cara untuk membersihkan hati adalah dengan saling memaafkan kesalahan satu sama lain.

Berkaitan dengan hal ini, Allah memberikan kabar gembira bagi hamba-hamba-Nya yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain, berupa jaminan surga yang luasnya seperti langit dan bumi.

Baca Juga:BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor CisaruaCek Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026

Mereka bukan hanya dicintai oleh Allah, tetapi juga dijanjikan tempat yang mulia di surga-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya, “Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali ‘Imran: 133).

Ayat ini kemudian diperjelas oleh Allah SWT pada lanjutan ayat berikutnya, bahwa salah satu dari orang-orang bertakwa yang dijanjikan surga seluas langit dan bumi ini adalah mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan sesama manusia. Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya, “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali ‘Imran: 134).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam ayat tersebut, Allah menggunakan kata “al-‘afina anin nas” yang berarti “orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain”.

Maksudnya adalah, mereka adalah orang-orang yang senantiasa memberikan maaf kepada siapa saja yang berbuat salah kepadanya, padahal mereka memiliki kemampuan untuk membalas perbuatan tersebut.

Dan memaafkan dalam konteks ini adalah tindakan yang lebih tinggi nilainya daripada sekadar menahan amarah. Seseorang bisa saja mampu menahan amarahnya, namun di dalam hatinya masih tersimpan rasa benci dan dendam.

0 Komentar