Akibatnya, hati kita cenderung menjadi keras dan sombong, karena merasa bahwa segala yang kita miliki adalah hasil dari kerja keras kita sendiri tanpa campur tangan Allah.
Inilah yang disebut dengan istidraj, yaitu ketika kita mendapatkan banyak karunia dan pemberian dari Allah, tetapi semua pemberian itu membuat kita semakin lalai dan mendustakan pemberian-Nya. Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ
Artinya, “Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,” (QS. Al-A’raf: 182).
Baca Juga:Simulasi KUR BRI 2026 Terbaru, Pinjaman Mulai Rp10 Juta Bisa untuk Modal Usaha di Bulan PuasaPemerintah Turun Tangan Jaga Aset dan Satwa Kebun Binatang Bandung
Ayat yang baru saja kita dengarkan merupakan peringatan tegas dari Allah agar kita senantiasa berhati-hati terhadap istidraj.
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa istidraj datang dengan cara perlahan tanpa kita sadari, baik melalui kenyamanan hidup, kesehatan yang terus terjaga, serta nikmat yang semakin bertambah.
Semua itu diberikan agar manusia menyangka bahwa dirinya sedang dimuliakan dan diperlakukan istimewa oleh Allah, padahal sejatinya sedang digiring menuju kebinasaan tanpa ia sadari.
Bahkan tidak jarang ia merasa lebih baik daripada orang-orang yang hidup sederhana dan penuh keterbatasan. Padahal justru di situlah letak bahayanya, yaitu ketika nikmat membuat seseorang lupa diri dan merasa aman dari murka Allah.
Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Syihabuddin Mahmud al-Alusi dalam kitab Tafsir Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil Adzim was Sab’il Matsani, jilid XV, halaman 41:
وَقَوْلُهُ تَعَالَى: سَنَسْتَدْرِجُهُم، أَيْ سَنَسْتَنْزِلُهُمْ إِلَى الْعَذَابِ دَرَجَةً فَدَرَجَةً بِالْإِمْهَالِ وَإِدَامَةِ الصِّحَّةِ وَازْدِيَادِ النِّعْمَةِ. قَوْلُهُ تَعَالَى: مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ، أَنَّهُ اسْتِدْرَاجٌ بَلْ يَزْعُمُونَ أَنَّ ذَلِكَ إِيْثَارٌ لَهُمْ وَتَفَضُّلٌ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ مَعَ أَنَّهُ سَبَبٌ لِهَلَاكِهِم
Artinya, “Dan firman Allah Ta’ala: (Sanastadrijuhum – Kami biarkan mereka berangsur-angsur), yaitu Kami akan menurunkan mereka ke dalam azab setahap demi setahap dengan memberikan penangguhan, kelanjutan kesehatan, dan bertambahnya nikmat.
Firman Allah Ta’ala: (min ḫaitsu lâ ya’lamûn – dari arah yang tidak mereka ketahui), bahwa itu adalah istidraj, bahkan mereka menyangka bahwa itu adalah pemberian keutamaan dan kelebihan atas orang-orang mukmin, padahal itu adalah sebab kebinasaan mereka.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
