Teks Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Waspada Terhadap Istidraj, Hidup Terasa Mudah Tapi Hati Semakin Jauh

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang istidraj. (Pixabay/Mohamed_hassan)
0 Komentar

Lantas bagaimana cara kita mengetahui apakah suatu pemberian adalah istidraj? Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan kepada kita semua, bahwa apabila seseorang terus-menerus diberikan apa yang ia sukai, sementara pada saat yang sama ia tetap tenggelam dalam kemaksiatan, meremehkan kewajiban, dan tidak ada perubahan menuju ketaatan, maka kondisi seperti itu patut dikhawatirkan sebagai istidraj. Nabi bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الْعَبْدَ مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

Artinya, “Jika kalian melihat Allah Azza wa Jalla memberikan seorang hamba apa yang ia sukai, sementara ia terus menerus melakukan maksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj dari-Nya,” (HR. Al-Baihaqi).

Oleh karena itu, sungguh merugi dan tertipu orang yang merasa dirinya paling dicintai Allah hanya karena hartanya bertambah, usahanya lancar, atau jabatannya naik, sementara ketaatannya kepada Allah justru stagnan atau bahkan menurun.

Baca Juga:Simulasi KUR BRI 2026 Terbaru,  Pinjaman Mulai Rp10 Juta Bisa untuk Modal Usaha di Bulan PuasaPemerintah Turun Tangan Jaga Aset dan Satwa Kebun Binatang Bandung

Dan pada saat itulah pintu-pintu kenikmatan dunia dibukakan lebar-lebar. Rezeki dilapangkan, urusan dipermudah, kesenangan datang bertubi-tubi, hingga hati merasa aman dan yakin bahwa dirinya berada di jalan yang benar.

Hingga ketika manusia benar-benar tenggelam dalam rasa puas dan lupa diri, barulah datang ketetapan Allah secara tiba-tiba berupa siksaan yang akan membuat mereka menyesal dan putus asa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إذا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإذا هُم مُّبْلِسُونَ

Artinya, “Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa,” (QS. Al-An’am: 44).

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Oleh karena itu, mari jangan sampai tertipu dengan kenyamanan yang kita dapatkan. Jangan sampai nikmat yang kita terima justru menjauhkan kita dari Allah, jangan sampai kelapangan hidup membuat kita lalai dari kewajiban, dan jangan pula merasa aman dari murka-Nya hanya karena urusan dunia terasa dimudahkan.

Dan ketahuilah, bahwa ujian berupa kenyamanan jauh lebih berat daripada ujian berupa kesulitan. Karena ketika diuji dengan kesulitan, hati kita akan lebih mudah untuk kembali kepada Allah SWT.

0 Komentar