Teks Khutbah Jumat 20 Februari 2026: Pahami Fiqih Puasa, Jaga Keabsahannya

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang puasa. (Pixabay/Mohamed_hassan)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 20 Februari 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Teks Khutbah Jumat 20 Februari 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Pahami Fiqih Puasa, Jaga Keabsahannya”.

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt. Apabila ingin mendapatkan pahala, ganjaran dan segala kebaikan yang menyertainya, maka harus dikerjakan dengan ilmu.

Baca Juga:Tips Merawat Sepeda Motor di Musim HujanBumi Berseru Fest dari Telkom Jaring 43 Program Terbaik Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Jangan sampai kita berlelah-lelah menahan lapar dan dahaga, namun ujungnya tidak mendapatkan apa-apa. Oleh sebab itu, sambut Ramadhan dengan memahami Fiqih Puasa secara praktis.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 20 Februari 2026 yang membahas tentang pahami fiqih puasa, jaga keabsahannya.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَرَضَ الصِّيَامَ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ، وَجَعَلَهُ سَبَبًا لِتَطْهِيْرِ الْقُلُوْبِ وَتَرْبِيَةِ الْمُتَّقِيْنَ، وَخَصَّهُ بِالْأَجْرِ الْعَظِيْمِ تَشْرِيْفًا لِلصَّائِمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ الْمُوَحِّدِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ قُدْوَةُ الْعَابِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى، وَقَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan yang terus mencurahkan rahmat-Nya tanpa henti kepada kita semua.

Atas izin-Nya pula, hari ini kita masih diberi kesehatan, tenaga untuk bekerja, dan semangat untuk menjalani hidup, sehingga dengan semuanya kita dapat melangkahkan kaki ke masjid dalam rangka ketaatan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan utama dalam bersemangat ketika ibadah dan menjalani kehidupan.

Semoga shalawat ini juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat Islam yang istiqamah mengikuti gaya hidupnya hingga akhir zaman.

Selanjutnya, marilah kita memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Baca Juga:BRI Region 9 Salurkan Bantuan Sembako di Kelurahan Braga, Lengkapi Rangkaian Social Activity HUT ke-13020 Kode Redeem Free Fire 19 Februari 2026, Klaim Diamond dan Bundle Gratis Sebelum Hangus!

Kemudian, hendaklah kita introspeksi diri apakah hari-hari yang telah berlalu dihiasi dengan kebaikan untuk bekal akhirat?

Perenungan tersebut harus kita lakukan setiap saat. Sebab hal itu dituntun langsung oleh Allah SWT, melalui QS. Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam secara umum. Tidak boleh bagi seorang muslim pun, tidak mengerjakannya dalam kondisi normal.

0 Komentar