KURASI MEDIA – Selebriti Tasya Kamila baru saja membuka suara soal ramainya kritikan warganet yang dilayangkan kepadanya soal kontribusi dirinya untuk Indonesia sebagai salah satu penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Adapun kritik tersebut bermula setelah Tasya memaparkan berbagai program kontribusi yang telah ia jalankan usai menyelesaikan pendidikan magister Master of Public Administration di Columbia University lewat beasiswa LPDP pada periode 2016-2018.
Mantan penyanyi cilik tersebut menjelaskan selama masa baktinya, ia berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Termasuk menjalankan tugas sebagai duta lingkungan hidup.
Baca Juga:Tasya Farasya Galau Berat saat Jalani Sidang Cerai Perdana, Begini KatanyaTasyi Athasyia Dandan ala Cleopatra, Tapi Malah Ngamuk saat Dipuji Mirip..
Tasya pun mengklaim telah mempelopori beagam gerakan akar rumput terkait keberlanjutan lingkungan melalui Yayasan Green Movement Indonesia.
Selain itu, ia aktif memberdayakan pemuda Indonesia lewat berbagai gerakan kegiatan talkshow, seminar dan workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup serta kesehatan.
Namun alih alih mendapatkan pujian, sejumlah warganet menilai program-program tersebut tidak jauh berbeda dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa.
Menanggapi salah satu komentar warganet, Tasya menyampaikan permintaan maad karena merasa belum mampu memenuhi ekspektasi sebagian masyarakat terhadap dirinya sebagai penerima beasiswa LPDP.
“Maaf ya aku belum bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah, baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tetapi aku sadar memang aku enggak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang,” tulis Tasya di akun Instagramnya, dilansir dari Berita Satu, Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut, dirinya mengungkapan rasa sedihnya lantaran upaya dan gerakan seputar lingkungan yang dijalankannya dianggap tidak memberikan dampak besar dan nyata oleh warganet.
“Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang enggak berdampak. Aku mempraktikan keilmuan yang aku dapat di Columbia University,” tambahnya.
Baca Juga:Apa Pekerjaan Ahmad Assegaf? Suami Tasya Farasya yang Diuga Gelapkan Uang Perusahaan7 Fun Fact Raisa dan Hamish Daud, Pasangan Idaman yang Bikin Netizen Baper
“Soal bagaimana kebijakan public bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan. Kebetulan pada 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP,” sambung Tasya.
