Jika Ramadhan dilewati tanpa adanya perubahan diri, maka kita telah kehilangan peluang besar yang mungkin tidak akan kita temui kembali.
Pada hakikatnya, puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi latihan pengendalian diri secara menyeluruh, baik lahir maupun batin.
Puasa mengajarkan kesabaran, kejujuran, keikhlasan, serta kemampuan menahan hawa nafsu.
Puasa juga adalah ibadah rahasia dan merupakan amal batin sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin:
إِنَّ الصَّوْمَ كَفٌّ وَتَرْكٌ، وَهُوَ فِي نَفْسِهِ سِرٌّ لَيْسَ فِيهِ عَمَلٌ يُشَاهَدُ، وَجَمِيعُ أَعْمَالِ الطَّاعَاتِ بِمَشْهَدٍ مِنَ الْخَلْقِ وَمَرْأًى، وَالصَّوْمُ لَا يَرَاهُ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهُ عَمَلٌ فِي الْبَاطِنِ بِالصَّبْرِ الْمُجَرَّدِ.
Baca Juga:Raperda Kota Bandung tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat Harus Jadi SolusiTelin Gandeng IPification Luncurkan MNV, Perkuat Keamanan Identitas Digital Berbasis Jaringan
Artinya: “Puasa itu menahan diri dan meninggalkan (larangan puasa). Puasa pada hakikatnya sebuah rahasia. Tidak ada amal yang tampak padanya. Kalau semua ibadah disaksikan dan dilihat oleh makhluk, ibadah puasa hanya dilihat oleh Allah SWT. Puasa adalah amal batin, murni kesabaran.”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kelalaian dalam mengisi Ramadhan menjadi bahaya yang sering tidak kita sadari.
Banyak dari kita yang mengetahui keutamaan Ramadhan, tetapi masih saja ada yang tidak mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya secara maksimal.
Penting bagi kita untuk senantiasa memanfaatkan waktu Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan menghindari aktivitas yang sia-sia.
Ramadhan harus kita isi dengan target ibadah yang jelas, baik kuantitasnya maupun kualitasnya.
Tanpa kesadaran dan perencanaan, Ramadhan bisa saja berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas perubahan dalam diri kita.
Agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia, kita perlu mempersiapkan diri dengan kesungguhan niat dan kesadaran bahwa Ramadhan adalah kesempatan yang sangat berharga.
Baca Juga:Update Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
Menetapkan target ibadah, menjaga keistiqamahan amal dan ibadah serta menjaga hati dan perilaku menjadi ikhtiar penting agar Ramadhan benar-benar membawa perubahan.
Dengan tidak menyia-nyiakan Ramadhan, insyaAllah, kita akan meraih pintu khusus bernama Ar-Rayyan yang disediakan oleh Allah bagi orang yang berpuasa di surga-Nya. Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ، فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ. (رواه البخاري)
Artinya: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang mana orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut pada hari kiamat kelak, dan tidak ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu ketika dikatakan kepada mereka: ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun segera menghadap. Tidak akan ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorang pun yang masuk melewati pintu tersebut,” (HR Al-Bukhari).
