Hingga Akhir Januari 2026, Kinerja APBN Jawa Barat Tetap Solid dan Adaptif

DJP
Hingga Akhir Januari 2026, Kinerja APBN Jawa Barat Tetap Solid dan Adaptif
0 Komentar

KURASI MEDIA – Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Barat menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Jawa Barat sampai dengan 31 Januari 2026 di Ruang Sidang Gedung Keuangan Negara Bandung, Jalan Asia Afrika nomor 114 Bandung.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat yang merupakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat, Finari Manan, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kinerja pelaksanaan ABPN Regional Jawa Barat sd 31 Januari 2026 menunjukkan Total pendapatan Rp11,09 Triliun (5,88% target), mengalami kontraksi 5,89% (yoy). Total belanja Rp13,05 Triliun (12,75% pagu), tumbuh 6,15% (yoy), sehingga menghasilkan Defisit regional sebesar Rp1,96 Triliun.

Baca Juga:DJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Wajib Pajak Industri Baja di TangerangDJP Jabar I Sita Aset Tersangka Pidana Perpajakan

2. Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp7,92 T (5,26% dari target), dengan pertumbuhan sedikit terkontraksi −2,41% dibanding tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan koreksi tajam pada kategori Pajak Lainnya, khususnya Deposit Pajak, yang tidak lagi berulang karena setoran sudah dilaporkan pada jenis pajak yang seharusnya. Empat jenis pajak mayoritas menunjukkan pertumbuhan positif, menandakan bahwa aktivitas usaha masih relatif terjaga.

3. Penerimaan kepabeanan dan cukai tercapai Rp2,64 Triliun atau 8,53% dari target penerimaan mengalami perlambatan 18,92% (Rp615,19 M) dibandingkan Januari 2025. Realisasi penerimaan Bea Masuk mencapai minus Rp37,09 Miliar atau (-10,93%) karena adanya restitusi. Penerimaan cukai mencapai Rp2,67 Triliun atau 8,75% mengalami kontraksi 16,76% dikontribusi kontraksi penurunan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (HT) yang merosot 17,60% (Rp560,13 M).

4. Realisasi PNBP sebesar Rp525,69 Miliar atau 7,69 % dari target Rp6,84 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 28,42% (yoy); dengan rincian PNBP Lainnya mencapai Rp325,82 Miliar atau 15,16% tumbuh sebesar 5,45% (yoy) serta PNBP BLU mencapai Rp199,88 Miliar atau 4,26% tumbuh sebesar 99,14% (yoy).

5. Belanja Negara telah terealisasi Rp13,05 Triliun atau 12,75% dari pagu sebesar Rp102,37 Triliun, secara yoy tumbuh 1,44%. Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh komponen baik Belanja K/L maupun TKD yang tumbuh positif.

6. Belanja K/L sampai dengan 31 Januari 2026 terealisasi sebesar Rp1,63 Triliun atau 3,78% dari pagu. Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp1,29 Triliun atau 5,65% dari pagu, Belanja Barang mencapai Rp262,10 Miliar atau 1,74%, Belanja Modal mencapai Rp79,47 Miliar atau 1,52%, Belanja Sosial mencapai Rp0,03 Milair atau 0,04%.

0 Komentar