KURASI MEDIA – Kebutuhan listrik selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri umumnya meningkat seiring bertambahnya aktivitas di rumah. Mulai dari penggunaan microwave untuk membuat kue Lebaran, AC dan pompa air yang menyala bersamaan saat sahur, hingga sound system saat acara keluarga besar.
Untuk memastikan seluruh aktivitas tersebut berjalan lancar tanpa risiko listrik turun atau ngejepret, PT PLN (Persero) menghadirkan promo diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya melalui program “Ramadan Terang, Lebaran Tenang”. Promo ini berlaku hingga 10 Maret 2026 dan dapat diakses secara eksklusif melalui aplikasi PLN Mobile.
Manfaat program ini langsung dirasakan pelanggan. Ayu, warga Desa Girimikar, Kabupaten Bandung, mengaku terbantu dengan adanya promo tambah daya.
Baca Juga:Disambut Tari Kecak, Pebalap Honda di MotoGP Lanjut Kopdar Bareng Bikers BaliAnggota Pansus 14 DPRD Kota Bandung Minta Raperda Pencegahan dan Pengendalian Seksual Tetap dalam Koridor
“Saat Ramadan dan menjelang Lebaran banyak peralatan listrik dinyalakan bersamaan. Biasanya kami khawatir listrik turun. Dengan promo ini, kami lebih tenang karena dayanya cukup dan biayanya juga jauh lebih hemat,” ujarnya.
Menurut Ayu, proses pengajuan melalui PLN Mobile sangat praktis. Bahkan ia dapat membantu menambah daya listrik rumah orang tuanya dari jarak jauh.
“Semua bisa lewat aplikasi, tidak perlu datang ke kantor PLN. Sangat membantu,” tambahnya.
Dari sisi finansial, pelanggan juga memperoleh penghematan signifikan. Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga dengan daya awal 450 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA biasanya dikenakan biaya sekitar Rp7.025.250. Melalui program ini, pelanggan cukup membayar Rp3.512.625, atau hemat lebih dari Rp3,5 juta.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa promo ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pelanggan selama momen Ramadan dan Idulfitri.
“Kami memahami aktivitas pelanggan meningkat pada periode ini. Melalui diskon 50 persen tambah daya, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas listriknya dengan biaya lebih ringan, sehingga ibadah dan momen kebersamaan keluarga dapat berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Program ini juga mendukung gaya hidup modern berbasis listrik atau Electrifying Lifestyle, di mana berbagai aktivitas rumah tangga semakin praktis dengan penggunaan peralatan listrik.
