Memang secara manusiawi, melaksanakan puasa sangat melelahkan. Bagaimana tidak, selama sehari, dari terbit fajar sampai tenggelamya mentari, kita tidak diperkenankan melakukan hal-hal yang menurut umum itu lezat, seperti: makan, minum, dan bergaul bersama istri. Dan itu kita lakukan selama sebulan.
Namun ternyata, terdapat tiga kebahagiaan yang disimpan oleh Allah untuk hamba-Nya di balik kelelahan dalam berpuasa ini. Siapa saja yang mengerjakan puasa dengan serius, maka semua kebahagiaan itu akan ia rasakan.
Adapun dua di antara kebahagiaan tersebut, disebutkan langsung oleh Allah, melalui hadits qudsi dan sisanya disebutkan secara tersirat oleh Nabi saw.
Baca Juga:Kode Redeem Free Fire 5 Maret 2026: Segera Klaim Diamond dan Skin SG2 Series Secara Cuma-Cuma!CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Idulfitri
Dua kebahagiaan yang disebutkan secara langsung itu, berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Abu Hurairah:
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: … وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ
Artinya: “Dari Nabi saw, ia bersabda: Allah berfirman: ‘Dan teruntuk orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan: bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan tuhannya’.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Mazharuddin Az-Zaidani dalam kitab Al-Mafatih fi Syarhil Mashabih, jilid III halaman 9-10, menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan orang yang berpuasa menjadi berbahagia saat berbuka, yaitu: pertama, bahagia sebab sudah diperkenankan makan dan minum.
Karena pada dasarnya, manusia akan merasakan kenikmatan makan dan minum setelah ia benar-benar menderita sebab lapar dan haus.
Kedua, bahagia sebab diberikan pertolongan (taufik) untuk menyelesaikan kewajiban puasa di hari tersebut.
Adapun kebahagiaan yang timbul karena pertemuan dengan Allah, Az-Zaidani menyebutkan, hal itu terjadi karena pemberian pahala untuk orang-orang yang berpuasa.
Az-Zaidani menegaskan, kebahagiaan yang dirasakan manusia ketika bertemu dengan Tuhan, tidak bisa digambarkan dengan ibarat apapun.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Baca Juga:Manfaatkan Diskon 50% Tambah Daya Listrik via PLN Mobile, Promo Berakhir 10 Maret 2026Disambut Tari Kecak, Pebalap Honda di MotoGP Lanjut Kopdar Bareng Bikers Bali
Selain kebahagiaan saat berbuka dan bertemu dengan Allah, ternyata orang-orang yang berpuasa juga akan disediakan surga khusus untuk mereka. Disebutkan oleh Nabi saw dalam haditsnya, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bersumber dari Sahl bin Sa’d:
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ.
Artinya: “Dari Nabi saw, ia bersabda: ‘Di surga itu ada delapan pintu. Di antaranya, ada yang bernama Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa’.”
