Teks Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Hindari Berbuat Zalim Terhadap Sesama Manusia

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat. (Unsplash/Raka Dwi Wicaksana)
0 Komentar

Sebab ketidakadilan, sekecil apa pun, merusak tatanan kehidupan di alam raya ini dan dapat mencabut keberkahan yang dianugerahkan oleh Allah SWT bagi para pelakunya.

Sehingga dalam ajaran Islam, menegakkan hubungan sosial adalah prinsip keadilan dan kebaikan yang harus kita laksanakan.

Sebagaimana perintah tersebut, ditegaskan langsung oleh Allah dalam QS. An-Nahl ayat 90:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026Teks Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Selain memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat kebaikan kepada sesama manusia, dalam QS. An-Nahl ayat 90 ini, Allah SWT juga melarang kezaliman dengan menggunakan kata “al-Bagyu”, yang berarti melarang segala tindakan penindasan terhadap sesama manusia yang disertai dengan kebencian atau permusuhan.

Kaitannya dengan hal itu, Al-Khazin dalam kitab Lubabut Ta’wil fii Ma’anit Tanzil, jilid III, halaman 95, menjelaskan:

وَقِيلَ: الْبَغْيُ هُوَ التَّطَاوُلُ عَلَى الْغَيْرِ عَلَى سَبِيلِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ. قَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّ أَعْجَلَ الْمَعَاصِي الْبَغْيُ، وَلَوْ أَنَّ جَبَلَيْنِ بَغَى أَحَدُهُمَا عَلَى الْآخَرِ لَدُكَّ الْبَاغِي

Artinya: “Dikatakan: bahwa al-baghy adalah sikap sombong kepada orang lain dengan bertindak zalim dan melalui permusuhan. Sebagian ulama berkata: sesungguhnya maksiat yang paling cepat (mendatangkan hukuman) adalah kezaliman; bahkan seandainya dua gunung saling melampaui batas, niscaya gunung yang berbuat zalim itulah yang akan dihancurkan.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Jika kita sudah tahu bahwa zalim itu dilarang, namun masih berani melakukannya kepada manusia yang lain, maka bersiaplah menerima dosa dari Allah SWT. Sehingga dengannya, kita berpotensi lebih besar untuk masuk neraka.

Kepastian paling buruk yang dapat kita tuai ketika berbuat zalim, selain daripada dosa itu sendiri ialah mengalami kebangkrutan pada hari Kiamat.

Jadi, semua amal kebaikan dan ibadah yang telah kita lakukan di dunia, akan menjadi kafarat yang harus kita berikan kepada orang lain yang menjadi korban kezaliman kita.

Baca Juga:321 Sambungan Listrik Gratis PLN UID Jawa Barat Terangi Ramadan, Wujud Kepedulian untuk Warga dan Rumah IbadahMenapak 4 Tahun, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub

Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Abu Hurairah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌أَتَدْرُونَ ‌مَا ‌الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ، وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

0 Komentar