Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Refleksi Puasa, Sudahkah Meningkatkan Kepedulian Sosial?

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang kepedulian sosial di bulan puasa. (Unsplash/Deski Jayantoro)
0 Komentar

Mari di separuh akhir bulan Ramadhan kita tanyakan pada diri sendiri, sudah sejauh mana puasa yang kita jalani dapat meningkatkan ketakwaan, dan sejauh mana ketakwaan itu bisa meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama?

Karena perlu kita ketahui bersama, bahwa takwa tidak hanya bermakna orang yang rajin shalat dan rajin berpuasa, tetapi juga peka terhadap penderitaan orang lain, ringan tangan untuk membantu, dan tidak pernah merasa cukup beribadah sebelum ia mampu berbagi kebahagiaan dengan sesama. Berkaitan dengan hal ini, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya, “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177).

Baca Juga:Update Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 12 Maret 202610 Kode Redeem FC Mobile 12 Maret 2026: Dapatkan Paket Pemain OVR Tinggi Hingga Ribuan Koin dan Gems!

Pada ayat di atas, Allah SWT menegaskan kepada kita semua bahwa kebajikan itu tidak hanya berhenti pada simbol-simbol ibadah saja, tetapi memiliki cakupan yang sangat luas, dan di antaranya adalah kesediaan mengeluarkan harta yang kita cintai untuk kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, para peminta-minta, dan untuk membebaskan hamba sahaya, sebagaimana tertera pada frasa ayat wa âtal-mâla ‘alâ ḫubbihî dzawil-qurbâ…. di atas.

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tafsir Marah Labid, jilid I, halaman 57, menjelaskan bahwa yang dimaksud memberikan harta “atas dasar cintanya” adalah ketika seseorang tetap mau menginfakkan hartanya dalam keadaan ia sendiri masih mencintai harta itu.

Ia juga masih dalam keadaan sehat, dan masih memiliki keinginan panjang untuk hidup. Namun justru dalam kondisi seperti itulah ia mampu mendahulukan kerabatnya, terutama yang membutuhkan, anak-anak yatim yang kekurangan, orang-orang miskin, musafir yang kehabisan bekal di perjalanan, serta mereka yang terpaksa meminta karena himpitan kebutuhan. Inilah bentuk kepedulian sosial yang lahir dari ketakwaan sejati:

0 Komentar