KURASI MEDIA – Postur berkendara pembonceng memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sepeda motor saat berkendara. Namun, masih banyak pembonceng yang memiliki kebiasaan memegang besi behel motor di bagian belakang. Padahal, posisi ini kurang tepat dan dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan saat digunakan di jalan. Besi behel yang berada di bagian belakang sepeda motor pada dasarnya bukan dirancang sebagai pegangan utama bagi pembonceng saat berkendara.
Komponen tersebut lebih berfungsi untuk membantu pengendara saat memindahkan atau memarkirkan sepeda motor agar lebih mudah dikendalikan. Berikut beberapa alasan mengapa pembonceng tidak disarankan memegang behel belakang saat berkendara:
- Mengganggu Keseimbangan Sepeda Motor Saat pembonceng memegang behel belakang, posisi tubuh cenderung menjauh dari pengendara sehingga pusat keseimbangan berubah dan sepeda motor menjadi lebih sulit dikendalikan.
- . Mengurangi Respons Saat Bermanuver Ketika sepeda motor berbelok, pembonceng seharusnya mengikuti arah gerakan tubuh pengendara. Jika memegang behel belakang, tubuh cenderung kaku sehingga sulit menyesuaikan pergerakan kendaraan.
- Posisi Duduk Menjadi Kurang Stabil Pegangan yang berada jauh di belakang membuat pembonceng lebih mudah terdorong ke belakang saat akselerasi dan kurang stabil saat pengereman.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, pembonceng disarankan untuk menjaga postur yang tepat saat berkendara. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain duduk tegak dan tidak terlalu jauh dari pengendara, memegang bagian pinggang atau bahu pengendara, menempelkan lutut secara ringan pada sisi motor, serta memastikan kedua kaki bertumpu pada footstep yang tersedia.
Baca Juga:Lengkap! Promo JSM Indomaret 13–15 Maret 2026 untuk Persiapan LebaranSambut Bulan Maret, DAM Hadirkan Beragam Promo Menarik untuk Pembelian Sepeda Motor Honda
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, menjelaskan bahwa posisi pembonceng yang tepat sangat berpengaruh terhadap keseimbangan sepeda motor. “Pembonceng sebaiknya memegang bagian tubuh pengendara seperti pinggang atau bahu agar dapat mengikuti pergerakan motor dengan lebih baik. Dengan posisi tubuh yang stabil, pengendara dan pembonceng dapat menjaga keseimbangan kendaraan sehingga perjalanan menjadi lebih aman,” ujar Ludhy.
Pembonceng bukan hanya penumpang pasif, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga kestabilan sepeda motor. Dengan memahami postur berbonceng yang benar, pengendara dan pembonceng dapat bekerja sama menjaga keseimbangan kendaraan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman. Selalu ingat untuk #Cari_Aman dengan menjaga postur berbonceng yang benar agar keselamatan tetap menjadi prioritas saat berkendara. (**)
