Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang hikmah zakat fitrah. (Unsplash/Deski Jayantoro)
0 Komentar

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Adapun asal kewajiban zakat fitrah ialah khabar yang bersumber dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah saw mewajibkan kepada umat Islam mengeluarkan zakat fitrah berupa satu sha’ kurma atau kacang syair (jewawut). Al-Khatib As-Syirbini dalam kitab Al-Iqna’, juz I halaman 226, menjelaskan:

وَالْأَصْل فِي وُجُوبهَا قَبْلَ الْإِِجْمَاعِ خَبَرُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أََوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Artinya: “Asal kewajiban zakat fitrah sebelum konsensus ialah khabar yang bersumber dari Ibnu Umar ra yang menjelaskan bahwa Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah dari Ramadhan kepada umat Islam yang merdeka, hamba sahaya laki-laki atau perempuan berupa satu sha’ kurma atau kacang syair (jewawut)”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Zakat fitrah bukan hanya sekedar menyedekahkan harta. Zakat fitrah berfungsi sebagai pembersih harta yang dimiliki juga sebagai pembersih jiwa dari perbuatan buruk yang dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadhan. Diriwayatkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ، مَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ، وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَهِيَ صَدَقةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 13 Maret 2026Teks Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Refleksi Puasa, Sudahkah Meningkatkan Kepedulian Sosial?

Artinya: “Dari Ibnu Abbas berkata, ‘Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau, kata-kata buruk, dan juga untuk memberi makan orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap bagian dari sedekah”. (HR Abu Dawud).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Dalam hadits Rasulullah saw menjelaskan, tujuan diwajibkan zakat fitrah ialah untuk menyucikan umat Islam yang berpuasa selama sebulan di bulan Ramadhan dari bersenda gurau dan berkata buruk.

Dalam hal ini fungsi zakat fitrah ialah untuk menyucikan jiwa dari dosa yang dilakukan selama berpuasa.

Sebagaimana Ibnu Ruslan dalam kitab Syarah Sunan Abi Dawud, juz VII halaman 589, berkata:

قَالَ: مَعْنَاهَا زَكَاةُ الْخِلْقَةِ [زَكَاةُ الْبَدَنِ] وَسُمِّيَتْ هَذِهِ الصَّدَقَةُ زَكَاةً لِأَنَّهَا (طُهْرَةً) أَيْ تُطَهِّرُ النَّفْسَ وَلِأَنَّهَا مُطَهِّرَةٌ (لِلصَّائِمِ) أَيْ: صِيَامِ رَمَضَانَ

Artinya: “Abu Muhammad Al-Atsiri berkata: ‘Zakat fitrah memiliki makna yang sama dengan zakat badan. Sedekah ini dinamakan zakat sebab berfungsi sebagai penyuci yang menyucikan jiwa. Juga karena zakat ini menyucikan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dari bersenda gurau, kata-kata buruk”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Selain berfungsi sebagai pembersih jiwa, zakat fitrah juga berfungsi sebagai kafarah atau penambal atau penyempurna bagi kekurangan pada ibadah yang dilakukan umat Islam selama Ramadhan.

0 Komentar