Dia mengutarakan seni dan budaya ini adalah sumber kehidupan bagi jiwa dan identitas masyarakat, layaknya air yang menjadi sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu, dia mengatakan SSB menggandeng AQUA yang dinilai sebagai simbol kemurnian dan sumber kebaikan alam.
Kepala Desa Sanca, Masna, pimpinan administrasi pemerintahan desa yang membawahi Kampung Adat Banceuy dalam sambutannya berharap agar melalui acara Ngabuburit Bareng Seniman Sunda Bangkit ini, bisa menjadikan Kampung Adat Banceuy ini menjadi kampung seniman. Hadir pula dalam acara ini Camat Ciater, Alex Nursalam.
Perwakilan manajemen AQUA, Firman Surya Kusuma, dalam sambutannya menyampaikan acara ini adalah bentuk apresiasi AQUA terhadap perkembangan seni dan budaya Sunda di Jawa Barat. Bagi AQUA, lanjutnya, budaya itu bukan hanya sekedar warisan masa lalu, tapi juga sumber inspirasi dan identitas yang perlu dan terus harus dirawat, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Karenanya, kami sangat mendukung agar seni budaya ini tidak hanya berhenti di satu generasi, tapi terus bisa diteruskan ke generasi-generasi selanjutnya, tentunya dengan pagelaran-pagelaran seperti ini,” tukasnya.
Baca Juga:Pengadilan Negeri Sukabumi Vonis Penjara dan Denda Rp10 Miliar Pelaku Tindak Pidana PerpajakanLewat NURASA 2026, Inovasi Muda dan Sharing Happiness Hadirkan Kebersamaan Ramadan untuk Anak Yatim
Pada kesempatan yang sama, AQUA memberikan santunan kepada 80 orang anak yatim dan jompo yang secara simbolis diterima 7 perwakilan.
Meski hujan mengguyur saat acara ini berlangsung, namun antusias warga untuk terus mengikutinya tidak surut. Di tengah situasi ini, seniman Gembyung Kampung Adat Banceuy yang ikut menghibur warga dan para tamu menyajikan 2-3 lagu Buhun Sunda yang hampir punah saat ini. Lagu ini merupakan jenis kesenian musik atau sastra kuno peninggalan leluhur masyarakat Sunda, yang bernuansa magis, sakral, atau tradisional dengan ritual adat. Selanjutnya, masyarakat juga dihibur lagi dengan Tari Break-pong Leungiteun, sebuah tarian yang mengangkat tema lingkungan dan Sumber Daya Alam yang dibawakan Mpap Gondo.
Suasana warga di acara ini terlihat semakin meriah saat dihibur dengan suara merdu dari penyanyi dangdut berbakat asal Subang, Novia Rozma, yang membawakan lagu “Rindu Purnama” dan “Gerong” serta “Cinta Pertama”. Penampilan Novia berhasil mengundang warga dan para tamu untuk berjoget ria di depan panggung.
