Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang keutamaan ibadah sunnah dan cara meraih cinta Allah. (Pixabay/Fuzz)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Idul Fitri 1447 H yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat ied, nanti.

Teks khutbah Idul Fitri kali ini, akan membahas mengenai “Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu”.

Idul Fitri sejatinya adalah simbol kemenangan bagi kaum muslimin yang telah melalui perjuangan berat mengendalikan hawa nafsu di bulan Ramadhan.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026Tok! Hasil Sidang Isbat: Lebaran Sabtu 21 Maret 2026

Oleh karena itu, mari isi hari kemenangan ini dengan menebar kebaikan.

Teks Khutbah Idul Fitri

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Idul Fitri 1447 H yang membahas tentang menjaga fitrah setelah Ramadhan berlalu.

Khutbah I

اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اَللَّهُ أَكْبَرُ ٣×. اللهُ أَكْبَرُ٣×. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: بِسْمِ اللّٰهِ الرّٰحْمَنِ الرّٰحِيْمِ، وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِیْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Hadirin jamaah Idulfitri rahimakumullah,

Alhamdulillah, tak terasa bulan Ramadhan telah berlalu begitu cepat meninggalkan kita.

Rasanya baru kemarin kita menyambutnya dengan penuh suka cita, dan hari ini kita telah berada di bulan Syawal.

Semoga seluruh amal ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan semoga segala dosa kita diampuni oleh-Nya.

Dalam suasana kemenangan yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: marilah kita senantiasa istiqamah dalam ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Yaitu dengan terus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebab ketakwaan itulah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap Allah Ta’ala kelak di hari kiamat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Baca Juga:Cek Link Live Streaming Sidang Isbat Lebaran 2026 yang Digelar Hari Ini50 Kode Redeem Free Fire 19 Maret 2026: Dapatkan Skin dan Bundle Gratis Sebelum Hangus!

Artinya, “Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Hadirin jamaah Idulfitri rahimakumullah,

Idulfitri bukanlah sekadar seremonial belaka dan bukan pula hanya momen berkumpul dengan berbagai rangkaian acara. Lebih dari itu, Idulfitri adalah simbol penyucian jiwa.

Sebuah keadaan di mana hati kembali bersih, perasaan menjadi tenang, dan kita meraih kemenangan setelah melalui perjuangan yang nyata dan berat, yaitu perjuangan melawan hawa nafsu.

Karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam menyadari makna kemenangan sejati di hari raya ini.

Kemenangan tersebut bukan hanya tampak secara lahiriah, tetapi juga kemenangan atas hawa nafsu, kemenangan karena dosa-dosa diampuni, serta kemenangan dalam mengendalikan emosi dan sifat-sifat negatif dalam diri kita.

0 Komentar