Teks Khutbah Idul Fitri 1447 H: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang keutamaan ibadah sunnah dan cara meraih cinta Allah. (Pixabay/Fuzz)
0 Komentar

Dengan demikian, kemenangan sejati pada hari Idulfitri bukanlah sekadar perayaan, melainkan perubahan diri seorang muslim menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih hatinya, dan lebih dekat kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana disampaikan oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad bin ‘Aly bin Abdil Qadir al-Qudsi al-Makki asy-Syafi’i dalam kitab Kanzun Najah was Surur halaman 263 cetakan Darus Sanabil Damaskus:

‎لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ، وَكُلُّ يَوْمٍ لاَ يُعْصَى فِيْهِ فَهُوَ عِيْدٌ

Artinya, “Bukanlah disebut id (hari raya) bagi orang yang mengenakan (pakaian) baru, sesungguhnya id itu bagi orang yang ketaatannya bertambah, dan setiap hari yang tiada maksiat di dalamnya itulah id.”

Hadirin jamaah Idulfitri rahimakumullah,

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026Tok! Hasil Sidang Isbat: Lebaran Sabtu 21 Maret 2026

Hari raya memang patut kita rayakan. Namun, jangan sampai perayaan ini membuat kita terlena, hingga lalai dari kewajiban utama kita, yaitu tetap istiqamah dalam ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Mari kita jaga konsistensi ketakwaan di hari kemenangan ini. Ketakwaan yang telah kita bangun selama bulan Ramadhan harus terus kita pelihara.

Amal saleh yang telah kita lakukan hendaknya kita lanjutkan, dan hati yang telah dibersihkan perlu kita jaga sebaik-baiknya.

Inilah momentum bagi kita untuk semakin menguatkan hubungan kita dengan Allah Ta’ala, sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia.

Jangan sampai kita justru terjerumus dalam kehinaan dengan memulai hari kemenangan ini dengan maksiat kepada Allah Ta’ala.

Jangan sampai kita menyakiti sesama, apalagi menjadikan hari raya yang seharusnya penuh dengan suasana kekeluargaan, berubah menjadi ajang saling mencibir, bahkan memutus tali silaturahim. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمْ الذِّلَّةُ أَيْنَمَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِنْ النَّاسِ

Artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali hubungan kepada Allah dan tali hubungan dengan manusia.” (QS. Ali Imran: 112).

Hadirin jamaah Idulfitri rahimakumullah,

Baca Juga:Cek Link Live Streaming Sidang Isbat Lebaran 2026 yang Digelar Hari Ini50 Kode Redeem Free Fire 19 Maret 2026: Dapatkan Skin dan Bundle Gratis Sebelum Hangus!

Oleh karena itu, hari ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk menjaga komitmen sebagai hamba yang saleh, hamba yang tidak berubah hanya karena pergantian waktu dan suasana.

Ketakwaan kita tidak berhenti di bulan Ramadhan, tetapi terus berlanjut dalam setiap langkah kehidupan kita.

0 Komentar