Teks Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Istiqamah Pasca Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang Islam mengajarkan adab mengucap terima kasih kepada Allah. (Pixabay/omarsiddiqui39)
0 Komentar

Para ulama memberikan tanda-tanda diterimanya amal kita, yakni saat kita mampu istiqamah dalam kebaikan setelahnya.

Artinya, jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga ibadah, maka itu menjadi isyarat bahwa Ramadhan telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan kita.

Syekh Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan dalam kitab Lathatiful Ma’arif:

مَنْ عَمِلَ طَاعَةً مِنَ الطَّاعَاتِ وَفَرِغَ مِنْهَا فَعَلَامَةُ قَبُوْلِهَا أَنْ يَصِلَهَا بِطَاعَةٍ أُخْرَى

Artinya: “Siapa yang melakukan suatu amal ibadah dan telah rampung melaksanakannya, maka tanda diterima amal tersebut adalah diiringi dengan amal ibadah yang lain.” Ibnu Rajab al-Hambali melanjutkan:

وَعَلَامَةُ رَدِّهَا أَنْ يَعْقِبَ تِلْكَ الطَاعَةَ بِمَعْصِيَةٍ مَا أَحْسَنَ اْلحَسَنَةَ بَعْدَ السَّيِّئَةِ تَمْحُوْهَا وَأَحْسَنُ مِنْهَا بَعْدَ الْحَسَنَةِ تَتْلُوْهَا

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026Tok! Hasil Sidang Isbat: Lebaran Sabtu 21 Maret 2026

Artinya: “Sebaliknya, jika amal ibadah itu tidak diterima oleh Allah ta’âlâ, maka amal tersebut diiringi dengan kemaksiatan. Betapa baik amal ibadah yang dilakukan setelah perbuatan maksiat sehingga menghapus dosa maksiat. Lebih baik lagi jika amal ibadah tersebut diikuti oleh ibadah berikutnya.”

Istiqamah bukan berarti kita harus melakukan ibadah sebanyak di bulan Ramadhan, tetapi bagaimana kita konsisten dalam ketaatan, meskipun sedikit.

Allah SWT menyukai amal yang dilakukan terus-menerus, walaupun kecil. Inilah yang menjadi bukti keikhlasan kita dalam beribadah.

Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Pasca Ramadhan, tantangan kita justru semakin besar. Jika di bulan Ramadhan suasana sangat mendukung untuk beribadah, masjid ramai, lantunan Al-Qur’an terdengar di mana-mana, maka setelah Ramadhan, semua itu kembali seperti biasa. Tidak ada lagi suasana yang “memaksa” kita untuk taat beribadah.

Di sinilah letak ujian yang sebenarnya. Apakah kita tetap menjaga shalat berjamaah? Apakah kita masih membuka Al-Qur’an setiap hari?

Apakah lisan kita tetap terjaga dari ghibah dan perkataan sia-sia? Apakah tangan kita masih ringan untuk bersedekah?

Jika jawabannya “ya”, maka insyaAllah itu adalah tanda kebaikan. Namun, jika kita kembali kepada kebiasaan lama yang jauh dari nilai-nilai Ramadhan, maka itu menjadi bahan muhasabah bagi diri kita.

Baca Juga:Cek Link Live Streaming Sidang Isbat Lebaran 2026 yang Digelar Hari Ini50 Kode Redeem Free Fire 19 Maret 2026: Dapatkan Skin dan Bundle Gratis Sebelum Hangus!

Istiqamah menjadi kunci keselamatan. Allah SWT menjanjikan bahwa orang-orang yang beriman dan istiqamah tidak akan merasa takut dan tidak pula bersedih hati.

Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ketenangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman:

0 Komentar