KURASI MEDIA – Waktu pelaksanaan puasa Syawal lengkap dengan doa bacaan niatnya. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.
Setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan melaksanakan puasa Syawal.
Walaupun masuk ke dalam ibadah sunnah, puasa Syawal memiliki beberapa keutamaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Baca Juga:Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Imam dan MakmumTata Cara Mandi Wajib Sebelum Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niatnya
- Penyempurna Puasa Ramadhan
- Pahala Puasa Satu Tahun
- Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan
- Sebagai Tanda Syukur
- Menjaga Konsistensi Ibadah
“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim).
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal sendiri dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri tepatnya mulai tanggal 2 hingga akhir bulan Syawal. Sedangkan tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa karena merupakan hari lebaran.
Umat Islam diberi kebebasan dalam melaksanakan puasa Syawal ini. Terkait waktunya fleksibel, bisa dilakukan secara berturut-turut maupun selang-seling.
Namun sebagian ulama menganjurkan kepada umat Islam untuk menunaikan puasa Syawal setelah Idul Fitri secara berturut-turut guna menjaga niat dan konsistensi.
Niat Puasa Syawal
Dalam pelaksanaanya, puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Yang membedakan dengan puasa sunnah lainnya adalah dari bacaan niat.
Sebenarnya, niat cukup di dalam hati, tapi agar lebih mantap, ulama menganjurkan supaya niat, selain dalam hati juga dilafalkan lisan.
Anda bisa melafalkan niat puasa Syawal sejak malam hari serta berurutan selama enam hari. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Baca Juga:Bale Santai Honda Jadi Teman Perjalanan Pemudik, Hadirkan Istirahat Nyaman di Jalur MudikDedi Kusnandar Lebaran Bersama Keluarga di Jatinangor
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Lalu bagi orang yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Itulah tadi ulasan mengenai waktu pelaksanaan puasa Syawal lengkap dengan keutamaan bacaan niat beserta latin dan terjemahannya. Semoga bermanfaat. (*)
