Teks Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang keutamaan silaturahmi dan saling memaafkan. (Unsplash/Mufid Majnun)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 27 Maret 2026 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.

Teks Khutbah Jumat 27 Maret 2026 kali ini, akan membahas mengenai “Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan”.

Silaturahmi dan saling memaafkan adalah amalan penting yang mencerminkan keimanan dan ketakwaan, membawa keberkahan hidup, serta membersihkan hati dari dosa.

Baca Juga:Tips Perawatan Sepeda Motor Setelah Mudik Lebaran35 Kode Redeem Free Fire 26 Maret 2026: Banjir Skin Gratis, Segera Klaim Sebelum Hangus!

Dengan menjaga keduanya, mudah-mudahan kita bisa meraih kedamaian di dunia dan keselamatan di akhirat.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 27 Maret 2026 yang membahas tentang keutamaan silaturahmi dan saling memaafkan.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۝١٣٣ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ۝١٣٤

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Salah satu wujud nyata ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga hubungan baik dengan sesama manusia melalui silaturahmi, memuliakan tamu, serta menjaga lisan agar selalu berkata baik atau diam.

Sebab orang yang benar imannya akan tercermin dari akhlaknya kepada orang lain, sehingga dengan memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan, kita tidak hanya memperindah hubungan antarmanusia, tetapi juga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam ajaran Islam, silaturahmi bukan sekadar hubungan sosial biasa, melainkan bagian dari keimanan.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Baca Juga:Update Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 26 Maret 202615 Kode Redeem FC Mobile 26 Maret 2026: Ayo Perkuat Tim Kamu!

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW ia bersabda, ‘Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menjaga hubungan silaturahim yang baik dengan kerabatnya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.’”

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa silaturahmi adalah tanda keimanan kita.

Kita yang benar imannya tidak akan memutus hubungan dengan keluarga, tidak akan menyakiti saudara kita, dan selalu berusaha menebarkan kebaikan dalam ucapan maupun perbuatan kita dalam kehidupan bersama.

0 Komentar