Teks Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang keutamaan silaturahmi dan saling memaafkan. (Unsplash/Mufid Majnun)
0 Komentar

Para ulama pun menjelaskan betapa besarnya keutamaan silaturahmi. Di antaranya adalah Syekh Sulaiman Al-Bujairimi yang menyebutkan bahwa dalam silaturahmi terdapat banyak perkara terpuji, di antaranya adalah mampu mendatangkan ridha Allah SWT. Hal ini karena silaturahmi merupakan perintah Allah SWT.

Silaturahmi juga mampu membahagiakan orang lain, dan membahagiakan sesama mukmin termasuk amal yang sangat utama.

Selain itu, silaturahmi juga menyenangkan para malaikat, menumbuhkan kenangan baik di hati manusia, serta membuat Iblis bersedih karena persaudaraan manusia menjadi kuat.

Bahkan, silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Baca Juga:Tips Perawatan Sepeda Motor Setelah Mudik Lebaran35 Kode Redeem Free Fire 26 Maret 2026: Banjir Skin Gratis, Segera Klaim Sebelum Hangus!

Silaturahmi juga menjadi sebab kebahagiaan orang tua dan leluhur kita yang telah wafat, serta menambah kehormatan dan pahala, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA:

ثَلَاثَةٌ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : وَاصِلُ الرَّحِمِ وَامْرَأَةٌ مَاتَ زَوْجُهَا وَتَرَكَ أَيْتَامًا فَتَقُومُ عَلَيْهِمْ حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ أَوْ يَمُوتُوا وَرَجُلٌ اتَّخَذَ طَعَامًا وَدَعَا إلَيْهِ الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ

Artinya, “Ada tiga orang yang mendapat naungan Arasy pada hari kiamat: orang yang menjaga silaturahmi, seorang istri yang ditinggal mati suaminya kemudian membesarkan anak-anak yatimnya sampai Allah mencukupi mereka atau sampai mereka wafat, dan orang yang membuat makanan kemudian mengajak anak yatim dan orang miskin untuk makan.’”

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain silaturahmi, Islam juga sangat menganjurkan kita untuk saling memaafkan. Terlebih ketika kita berada di momen-momen istimewa seperti Hari Raya Idul Fitri.

Saling memaafkan adalah bagian dari upaya membersihkan diri dari dosa, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 178:

فَمَنۡ عُفِيَ لَهُۥ مِنۡ أَخِيهِ شَيۡءٞ فَٱتِّبَاعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيۡهِ بِإِحۡسَٰنٖۗ

Artinya, “Barangsiapa yang mendapat pemaafan dari saudaranya, hendaklah ia mengikutinya dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membalas dengan cara yang baik pula.”

Ayat ini mengajarkan kita bahwa memaafkan adalah bentuk rahmat dan keringanan dari Allah SWT.

Orang yang memaafkan akan mendapatkan kemuliaan, dan orang yang meminta maaf akan terbebas dari beban dosa.

Baca Juga:Update Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 26 Maret 202615 Kode Redeem FC Mobile 26 Maret 2026: Ayo Perkuat Tim Kamu!

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa segala bentuk kesalahan kepada sesama manusia harus diselesaikan di dunia ini.

Karena di akhirat kelak tidak ada lagi harta untuk menebus kesalahan. Yang ada hanyalah pahala dan dosa.

0 Komentar