Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Hutang

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang beberapa hal yang dijauhi Rasulullah SAW. (Pixabay/Kar3nt)
0 Komentar

Doa ini diberikan ketika pada suatu hari Rasulullah masuk ke masjid dan melihat sahabat Abu Umamah duduk di masjid dan terlihat bingung.

Rasulullah pun menyapanya: “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.”

Kemudian Rasulullah kembali bertanya: “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Jumat 3 April 2026Teks Khutbah Jumat 3 April 2026: Hikmah Hujan, Tanda Kebesaran Allah dalam Mengatur Alam

Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.”

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dalam doa ini, disebutkan delapan sikap negatif yang sebaiknya kita hindari agar hidup kita tetap optimis dan bahagia. Pertama, sikap yang harus dijauhi adalah kegelisahan (al-hamm).

Kegelisahan merupakan penyakit hati yang kerap muncul di zaman modern ini.

Kita sering cemas memikirkan masa depan atau khawatir tentang hal-hal yang belum tentu terjadi. Akibatnya, ketenangan hati hilang, dan kita sulit menikmati setiap momen hidup.

Kedua, kesedihan yang berlarut-larut (al-huzn). Kesedihan yang berlarut-larut karena masa lalu bisa membuat kita terpuruk. Kita terus terjebak dalam kenangan dan gagal melangkah ke depan.

Ketiga, kelemahan (al-‘ajz). Kelemahan ini bukan hanya lemah fisik, tetapi juga lemah mental. Tidak berani menghadapi tantangan, mudah menyerah sebelum berjuang.

Baca Juga:Semakin Mewah dan Retro, New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Spesial BurgundyDion Markx Berpeluang Jadi Starter saat Persib Hadapi Semen Padang

Keempat, kemalasan (al-kasal). Inilah musuh besar dari kesuksesan. Banyak orang punya potensi besar, tetapi gagal karena malas bergerak, malas berusaha, dan malas berubah.

Kelima, pengecut (al-jubn). Sifat ini membuat kita takut mengambil keputusan, takut mencoba, bahkan takut membela kebenaran. Keenam, kikir (al-bukhl).

Kikir bukan hanya soal harta, tetapi juga enggan berbagi kebaikan. Padahal, semakin kita memberi, semakin Allah melapangkan hidup kita.

0 Komentar