Ia menekankan tantangan utama saat ini bukan lagi pada komitmen, melainkan implementasi di lapangan.
“Meskipun komitmen ini memberikan fondasi yang kuat, tantangan kita bersama terletak pada implementasi yang efektif. Sangat penting bagi kita untuk melampaui komitmen kebijakan menuju hasil nyata yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anak,” tandasnya.
Roadmap ini juga dilengkapi dengan pendekatan implementasi yang terstruktur, mulai dari analisis hingga evaluasi.
Baca Juga:Simulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100-Rp300 Juta, Cicilannya Ringan Cuma Rp1 Jutaan!Tetap #Cari_Aman Saat Pergi ke Sekolah
“Ketujuh prioritas tersebut didukung oleh pendekatan bertahap yang mencakup analisis situasi, pengembangan kebijakan, implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta berbagi pengetahuan,” papat Mu’ti.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu negara-negara ASEAN memperkuat sistem PAUD secara berkelanjutan dan berbasis bukti.
Mu’ti menyebut Indonesia berperan sebagai inisiator dalam penyusunan roadmap ini.
“Yang ini merupakan peta jalan yang dibuat bersama oleh negara-negara ASEAN dengan Indonesia sebagai host atau sebagai inisiatifnya,” kata dia.
Ia menegaskan roadmap ini juga sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan pendidikan sejak usia dini.
Mu’ti pun berharap roadmap ini tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, tetapi mampu mendorong aksi nyata di seluruh negara ASEAN.(*)
