OJK Jawa Barat Perkuat Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Pengembangan Ekonomi Daerah

Rilis OJK
OJK Jawa Barat Perkuat Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Pengembangan Ekonomi Daerah.
0 Komentar

KURASI MEDIA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis sepanjang Triwulan I 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman dalam kegiatan media update Triwulan I Tahun 2026, di Bandung, Rabu(1/4).

Darwisman menyampaikan bahwa kegiatan edukasi keuangan terus digencarkan secara masif.

Hingga Maret 2026, OJK Jawa Barat telah melaksanakan 640 kegiatan edukasi dengan melibatkan 1,27 juta peserta, baik melalui edukasi langsung, digital, maupun kolaborasi dengan pelaku jasa keuangan.

Baca Juga:Dari Kabupaten Bandung untuk Asia Tenggara, Kang DS dan Bunda Bedas Dorong PAUD BerkualitasSimulasi KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100-Rp300 Juta, Cicilannya Ringan Cuma Rp1 Jutaan!

“Kami berkomitmen agar masyarakat Jawa Barat semakin cerdas dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” ujar Darwisman.

Selain edukasi, OJK Jawa Barat juga memperkuat perlindungan konsumen melalui layanan pengaduan konsumen dan penanganan dugaan pelanggaran di sektor jasa keuangan.

Sepanjang Januari 2026, Kantor OJK di Jawa Barat telah menerima 67 laporan pengaduan masyarakat dengan frekuensi permasalahan yang tertinggi antara lain terkait restrukturisasi/Relaksasi Kredit/Pembiayaan, permasalahan agunan/Jaminan, keberatan lelang hingga fraud eksternal.

Di sisi lain, OJK bersama Satgas PASTI Daerah aktjif melakukan tindakan preventif dan represif terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Perlindungan konsumen adalah prioritas utama, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam bertransaksi di Industri Jasa Keuangan,” ujar Darwisman.

Di sisi lain, OJK Jawa Barat bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Program unggulan seperti Asuransi Mikro untuk Petani, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta GEULIS Jabar untuk inklusi saham menjadi bagian dari orkestrasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.

Baca Juga:Tetap #Cari_Aman Saat Pergi ke Sekolah30 Kode Redeem Free Fire Kamis 9 April 2026: Banjir Hadiah Spesial Cuma-Cuma!

Sebagai bagian dari roadmap pengembangan ekonomi daerah, OJK Jawa Barat bersama TPAKD menekankan penguatan sektor riil melalui Akselerasi Agribisnis.

Fokus diarahkan pada komoditas unggulan seperti domba, sapi perah, ayam petelur, ikan air tawar, pisang cavendish, nanas, kopi, dan kakao.

Strategi ini bertujuan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di pedesaan, meningkatkan akses pembiayaan produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong hilirisasi agar nilai tambah ekonomi tertahan di daerah.

0 Komentar