Teks Khutbah Jumat 10 April 2026: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat. (Pixabay/GodsFavoriteArts)
0 Komentar

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Sejak bayi hingga menapaki lanjut usia, umur kita berkisar antara 0-60 tahun saja.

Masa tersebut sangat singkat apabila dibandingkan dengan perjalanan kehidupan di alam semesta ini.

Apalagi disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa umur rata-rata manusia akhir zaman itu hanya sampai pada usia 60-70 tahun. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, bersumber dari Abu Hurairah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌أَعْمَارُ ‌أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Baca Juga:Keselamatan Ketenagalistrikan Menjadi Prioritas, PLN UP3 Garut Intensifkan Sosialisasi20 Kode Redeem FC Mobile Kamis 9 April 2026: Banjir Hadiah Paket Pemain OVR Tinggi dan Ribuan Gems Gratis!

Artinya: Dari Abu Hurairah, Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Usia umatku (manusia akhir zaman) itu berkisar di antara 60-70 tahun saja. Sedikit sekali dari mereka yang melewati rentang usia tersebut (diberikan umur panjang).” (HR. Ibnu Majah)

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Berangkat dari kenyataan bahwa usia manusia begitu singkat sebuah hal yang bisa kita saksikan setiap hari, serta dikuatkan oleh sabda Nabi SAW yang menegaskan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, maka sudah sepantasnya kita berusaha meninggalkan jejak sebagai pribadi yang layak diteladani oleh generasi setelah kita, sepanjang masa.

Dengan umur yang terbatas ini, kita hendaknya berupaya menjadi insan yang berakhlak baik: beribadah sesuai syariat, menjauhi larangan Allah, memperlakukan sesama dengan santun, serta menjaga dan menyayangi alam serta lingkungan di sekitar kita.

Sebab perlu disadari, ketika kita telah tiada, yang akan tetap dikenang adalah kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan selama hidup.

Bahkan Al-Qur’an pun menegaskan bahwa setiap jejak dan peninggalan manusia akan terabadikan dan menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya baik itu kebaikan maupun keburukan. Sebagaimana yang diterangkan oleh surat Yasin ayat 12:

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Di dalam surat Yasin ayat 12 tersebut dijelaskan, bahwa Allah SWT telah menetapkan, kalau umat manusia itu akan dikenang melalui “bekas-bekas peninggalan mereka”.

0 Komentar