7 Fenomena Astronomi Spektakuler di Bulan September 2025, Ada Gerhana hingga Hujan Meteor!

7 Fenomena Astronomi Spektakuler di Bulan September 2025, Ada Gerhana hingga Hujan Meteor!
Ilustrasi: 7 Fenomena Astronomi Spektakuler di Bulan September 2025, Ada Gerhana hingga Hujan Meteor! (sumber foto: freepik)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Langit di bulan September 2025 bakal penuh dengan fenomena astronomi yang sayang banget kalau dilewatkan. Mulai dari gerhana bulan total, hujan meteor, gerhana matahari sebagian, hingga ekuinoks, semua akan terjadi dalam satu bulan.

Kabar baiknya, beberapa fenomena ini bisa disaksikan langsung dari Indonesia, tentu dengan syarat cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini yang dikutip dari In The Sky!

1. Hujan Meteor Augrid (1 September 2025)

  • Aktif: 28 Agustus – 5 September
  • Puncak: 1 September 2025

Fenomena awal bulan dibuka dengan hujan meteor Augrid. Saat puncaknya, meteor bisa terlihat dengan intensitas sedang, terutama jika diamati dari lokasi terbuka yang jauh dari cahaya kota.

2. Gerhana Bulan Total (7 September 2025)

Baca Juga:Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara: Dari Indonesia hingga MarokoApa Itu Fenomena Black Moon? Fenomena Astronomi yang Akan Berlangsung Tanggal 23 Agustus 2025 Nanti

Gerhana bulan total akan menghiasi langit pada 7 September. Pada puncaknya, bulan tertutup bayangan bumi sehingga tampak berwarna merah gelap, yang dikenal sebagai Blood Moon.

3. Purnama Harvest Moon (8 September 2025)

Sehari setelah gerhana, akan terjadi fase purnama penuh yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Corn Moon. Bulan akan terlihat bulat sempurna dan bersinar terang di langit malam.

4. Hujan Meteor Epsilon Perseid (9 September 2025)

  • Aktif: 5 – 21 September
  • Puncak: 9 September 2025

Fenomena ini bisa menghasilkan beberapa puluh meteor per jam dalam kondisi ideal. Waktu terbaik mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

5. Gerhana Matahari Sebagian (22 September 2025)

Gerhana ini hanya bisa disaksikan di wilayah Oseania dan Antartika pada pukul 00.31 – 04.53 waktu setempat. Sayangnya, fenomena ini tidak terlihat dari Indonesia, tapi tetap menarik karena menjadi gerhana terakhir di tahun 2025.

6. Ekuinoks Musim Gugur (23 September 2025)

Hari ekuinoks adalah saat panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia. Fenomena ini menandai pergantian musim: dari panas ke gugur di belahan bumi utara, serta dari dingin ke semi di belahan bumi selatan.

7. Hujan Meteor Sextantid (27 September 2025)

Menutup bulan, ada hujan meteor Sextantid. Meski tidak sepopuler hujan meteor lainnya, tetap menarik untuk diamati bagi para pecinta langit malam.

Jadi, bulan September 2025 benar-benar istimewa untuk pencinta astronomi. Pastikan kamu mencatat tanggal-tanggal penting ini dan siapkan lokasi terbaik untuk mengamatinya!

0 Komentar