Teks Khutbah Jumat 29 Agustus 2025: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian

Teks Khutbah Jumat Maulid Nabi
Ilustrasi maulid nabi Muhammad SAW. (Pixabay/Mohamed_hassan)
0 Komentar

KURASI MEDIA – Teks khutbah Jumat 29 Agustus 2025 yang bisa dibacakan oleh para khatib pada pelaksanaan sholat Jumat, nanti.

Teks Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 pekan ini, akan membahas tentang “Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian”.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw bukan hanya mengenang kelahiran beliau, tetapi juga menjadi momen untuk memahami sekaligus meneladani tugas-tugas kenabiannya.

Baca Juga:Teks Khutbah Jumat 22 Agustus 2025: Dalam Sunyi dan Sepi, Allah Tetap Bersama KitaTeks Khutbah Jumat 22 Agustus 2025: Menjadikan Aktivitas Bekerja Sebagai Ibadah kepada Allah

Dengan menghidupkan semangat dakwah dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, kita berharap mampu menjaga iman, menebar kedamaian, serta menjadi cahaya kebaikan bagi sesama.

Teks Khutbah Jumat

Melansir dari laman NU Online, berikut teks khutbah Jumat 29 Agustus 2025, yang membahas tentang maulid Nabi Muhammad dan 5 tugas kenabian.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِࣖ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah Jumat pada kesempatan mulia ini, khatib mengajak kepada jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Di antara perintah yang saat ini menemukan momentumnya adalah perintah untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa, saat ini kita sudah berada di bulan Rabiul Awwal yang merupakan bulan kelahiran Rasulullah Muhammad saw.

Pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada sosok mulia yang telah membawa penerang kehidupan dunia dari sebelumnya penuh dengan kejahiliyahan dan kegelapan.

Shalawat sendiri merupakan ibadah yang sangat istimewa. Bukan hanya kita manusia yang diperintahkan untuk bershalawat.

Baca Juga:Teks Khutbah Jumat HUT RI ke-80: Kemerdekaan Sejati Lahir dari Keadilan Para PemimpinTeks Khutbah Jumat 15 Agustus 2025: 3 Pilar Islami dalam Mewujudkan Indonesia Maju

Allah yang memberi perintah bershalawat, termasuk juga para Malaikat Allah, pun bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Hal ini jelas termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Rasulullah juga telah mengungkapkan keistimewaan dan keutamaan bershalawat kepadanya di antaranya akan membalas umatnya yang bershalawat kepadanya. Dalam haditsnya disebutkan:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim).

0 Komentar