“PWI punya pengaruh besar. Bisa dianalogikan seperti NU atau Muhammadiyah dalam bidang keagamaan. Sejak awal kemerdekaan, pers adalah kekuatan kata-kata yang membentuk sejarah. Tanpa berita dan diplomasi, dunia tidak akan mengakui kemerdekaan kita,” ujarnya.
Komaruddin mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Kongres sebagai titik balik penyatuan organisasi.
“Mari kita satukan kembali langkah PWI demi masa depan pers yang kokoh,” tambahnya.
Baca Juga:Hendry Ch Bangun Mantap Melaju, Kongres Persatuan PWI 2025 Jadi Ajang PersatuanHendry CH Bangun Nyatakan Dirinya Calon Independen Sesuai Dengan Marwah PWI
Kandidat Ketua Umum PWI Pusat, Hendrik CH Bangun, dalam pidatonya menekankan pentingnya soliditas organisasi demi efektivitas fungsi kontrol sosial.
“Kalau kita sendiri tidak bersatu, bagaimana bisa memberi masukan kepada pihak lain? Kongres ini momentum untuk kembali guyub demi menjaga kedaulatan bangsa,” ucapnya.
Sementara itu, H. Anton Charlian, dari Dewan Penasehat (Wanhat) PWI Jawa Barat, mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban nasional.
“Ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi seluruh rakyat. Jika terjadi kerusuhan, seluruh bangsa akan merugi. Maka mari bersatu dan menjaga kondusivitas,” pesannya.
Tokoh pers senior Jawa Barat, H. Tatang Suherman, turut menyuarakan harapan agar Kongres 2025 ini mengakhiri dualisme dalam tubuh PWI.
“Mari kita kembalikan marwah PWI sebagai organisasi wartawan tertua yang menjunjung tinggi kode etik dan memperjuangkan kesejahteraan insan pers,” ujarnya.
Silaturahmi dan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat barisan insan pers nasional. Kehadiran pemerintah, Dewan Pers, tokoh masyarakat, dan ratusan wartawan dari berbagai daerah menandai komitmen bersama untuk mengawal pembangunan bangsa.
Baca Juga:Hendry Ch Bangun Cabut Gugatan Wanprestasi FH BUMN demi Kondusifitas Kongres PWIHendry Ch Bangun Mantap Melaju, Kongres Persatuan PWI 2025 Jadi Ajang Persatuan
Kongres ini juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. Diharapkan, dengan lahirnya kepemimpinan baru, PWI kembali solid, menjaga marwah organisasi, dan siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.***