KURASI MEDIA – Ustaz kondang Yusuf Mansur kembali menjadi perbincangan hangat setelah mengunggah video di platform Threads yang berisi ajakan donasi untuk keluarga almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas usai tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Dalam unggahannya, Yusuf Mansur menyampaikan empati mendalam sekaligus mengajak publik untuk berdonasi melalui rekening Yayasan Daarul Qur’an Nusantara. Ia juga menginformasikan adanya shalat ghaib di Masjid Nabawi dan masjid-masjid lain untuk mendoakan Affan.
“Semoga donasi ini bisa meringankan beban keluarga almarhum dan korban lain,” tulis Yusuf Mansur.
Baca Juga:Profil Brimob & Fungsinya: Bukan untuk Kawal Demo Menjadi Mesin PembunuhSpesifikasi Rantis Brimob yang Tabrak Ojol Hingga Meninggal Saat Demo Buruh
Namun, ajakan donasi ini justru menuai reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menaruh curiga, mengingat rekam jejak kontroversial Yusuf Mansur dalam pengelolaan dana publik dan investasi sebelumnya.
Netizen Soroti Rekam Jejak Lama
Sejumlah netizen di media sosial menyuarakan kekhawatiran, menuding Yusuf Mansur kembali “mencuri kesempatan” di tengah duka publik. Komentar bernada sinis muncul, mulai dari tuduhan pengelolaan dana tidak transparan hingga sindiran soal proyek investasi bermasalah seperti Paytren.
Kontroversi serupa pernah menyeret nama Yusuf Mansur, mulai dari gugatan wanprestasi terkait patungan usaha, kritik soal sedekah berjamaah, hingga tudingan menebar kisah fiktif untuk menggalang donasi. Meski sebagian kasus sudah mereda, jejak digital dan persepsi publik masih membayangi reputasinya.
Harapan Transparansi
Meski diwarnai kritik, sebagian netizen tetap berharap donasi ini benar-benar disalurkan tepat sasaran. Mereka meminta agar Yusuf Mansur dan yayasannya membuka laporan penggunaan dana secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan baru.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas dalam penggalangan dana publik, terlebih ketika melibatkan figur publik dengan basis jamaah yang besar. Di tengah duka keluarga Affan Kurniawan, publik berharap niat baik membantu tidak ternodai oleh kontroversi masa lalu. (**)