Perkuat Logistik Regional, Pos Indonesia Resmi Buka Pertemuan Bisnis Pos se-ASEAN

POS
Perkuat Logistik Regional, Pos Indonesia Resmi Buka Pertemuan Bisnis Pos se-ASEAN
0 Komentar

KURASI MEDIA, JAKARTA – Pos Indonesia secara resmi menyambut para pemimpin otoritas pos dari seluruh Asia Tenggara dalam pembukaan 31st ASEAN Post Business Meeting (APBM XXXI) yang digelar di Jakarta. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan regional.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan APBM ke-30 yang sebelumnya digelar di Kamboja pada tahun 2024, sekaligus menandai babak baru transformasi digital pos di kawasan ASEAN.

​Direktur Business Deveopment Pos Indonesia, Prasabri Pesti, yang membuka acara tersebut menekankan bahwa APBM ke-31 hadir di tengah tantangan industri yang semakin kompetitif. Menurutnya, penyedia layanan pos di ASEAN kini berhadapan dengan ekspektasi pelanggan yang kian tinggi serta persaingan e-commerce lintas batas yang menuntut kecepatan dan kecerdasan operasional.​”APBM adalah ruang bagi kita untuk menyelaraskan arah, berbagi praktik operasional terbaik, dan memperkuat ASEANPOST sebagai platform yang meningkatkan daya saing kita bersama,” ujar Prasabri dalam sambutannya.

Baca Juga:Dukung Pemulihan Bencana di Sumatera, AHM Hadirkan Layanan Service Motor Gratis dan Bangun Sarana Air BersihBLT El Nino Resmi Cair di Daerah Ini, Ini Cara Cairkan di Kantor Pos

​Tiga Strategi Utama ASEANPOST​Dalam forum internasional tersebut, Pos Indonesia menyoroti tiga tema strategis yang akan menjadi fokus utama pengembangan jaringan pos di Asia Tenggara:

​1. Dominasi Marketplace Lintas Batas (Cross-Border)

Prasabri menekankan bahwa belanja daring saat ini tidak lagi mengenal batas negara. Pengalaman pelanggan dalam hal kecepatan, transparansi pelacakan, dan kepastian pengiriman kini menjadi standar utama. Pos Indonesia mendorong ASEANPOST untuk menjadi mitra utama bagi UMKM agar dapat menembus pasar tetangga dengan biaya yang terjangkau.

​2. Kepastian Pengiriman melalui DDU dan DDP

Untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, sistem pengiriman Delivered Duty Unpaid (DDU) dan Delivered Duty Paid (DDP) menjadi kunci. Dengan sistem ini, biaya dan proses kepabeanan menjadi lebih transparan, sehingga tidak ada lagi “biaya kejutan” saat paket sampai di tangan penerima.

​3. Inisiatif Single Tariff ASEAN

Salah satu terobosan yang paling dinanti adalah penerapan tarif tunggal (Single Tariff) untuk kawasan ASEAN. Ambisinya adalah menjadikan jaringan pos sebagai opsi pengiriman yang paling terjangkau dan sederhana bagi masyarakat di Asia Tenggara.

0 Komentar