Pemilik Hunian Diimbau Lebih Cermat Memilih Pihak Renovasi Rumah

Pemilik Hunian Diimbau Lebih Cermat Memilih Pihak Renovasi Rumah
Pemilik Hunian Diimbau Lebih Cermat Memilih Pihak Renovasi Rumah
0 Komentar

KURASI MEDIA – Proses renovasi rumah kerap menjadi momen yang penuh harapan bagi pemilik hunian.

Namun di balik itu, tidak sedikit kasus menunjukkan bahwa renovasi justru berujung pada masalah ketika pihak yang mengerjakan tidak bertanggung jawab.

Mulai dari pekerjaan yang mangkrak, hasil yang tidak sesuai kesepakatan, hingga vendor yang sulit dihubungi setelah pembayaran dilakukan.

Baca Juga:Jadwal Samsat Keliling Kota Bandung Minggu Ini: Lokasi, Syarat, Jam Operasional & BiayaPrakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026

Kondisi tersebut membuat kehati-hatian dalam memilih pihak renovasi menjadi hal yang semakin penting.

Banyak pemilik rumah masih menentukan pilihan hanya berdasarkan harga atau janji pengerjaan cepat, tanpa melakukan pengecekan latar belakang penyedia jasa secara menyeluruh.

Padahal, reputasi dan rekam jejak kerja menjadi faktor krusial dalam memastikan proyek berjalan dengan aman.

CEO Home Detailing, Basuni, menilai bahwa kesalahan dalam memilih pihak renovasi sering kali berawal dari kurangnya proses verifikasi di awal.

Menurutnya, renovasi rumah seharusnya dipandang sebagai proyek jangka menengah yang membutuhkan mitra kerja yang dapat dipercaya.

“Renovasi bukan hanya soal biaya dan waktu pengerjaan. Pemilik rumah perlu memastikan siapa yang mengerjakan, bagaimana rekam jejaknya, dan sejauh mana tanggung jawabnya terhadap proyek,” ujar Basuni, Selasa, (13/1/2026).

Salah satu langkah awal yang disarankan adalah memeriksa keberadaan kantor fisik penyedia jasa.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Senin 12 Januari 2026RTQ The Aly Hassan Terrace Buka Pendaftaran Santri Baru 2026, Program Tahfizh 30 Juz Sekaligus Sekolah Resmi

Kantor yang jelas menunjukkan bahwa usaha tersebut memiliki struktur dan tanggung jawab yang lebih terukur.

Selain itu, keberadaan serta aktivitas media sosial juga dapat menjadi indikator profesionalisme, termasuk bagaimana penyedia jasa menampilkan hasil kerja dan berinteraksi dengan klien.

Basuni menambahkan bahwa transparansi sejak awal menjadi kunci dalam membangun kepercayaan antara penyedia jasa dan pemilik hunian.

“Keberadaan kantor, dokumentasi proyek, serta komunikasi yang terbuka adalah bentuk tanggung jawab penyedia jasa. Hal-hal ini seharusnya bisa diakses dan dilihat langsung oleh calon klien,” jelasnya.

Pengalaman kurang menyenangkan ini pernah dialami oleh Deby, salah satu pemilik hunian di Bandung.

Dalam ulasannya di platform digital, Deby menceritakan bahwa ia pernah menggunakan jasa interior yang pada akhirnya meninggalkan proyek renovasi rumahnya tanpa kejelasan.

0 Komentar