KURASI MEDIA – Jude Bellingham secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya memiliki hubungan tidak harmonis dengan Xabi Alonso sebelum pelatih asal Spanyol itu meninggalkan Real Madrid. Gelandang timnas Inggris tersebut menilai spekulasi yang beredar tidak berdasar dan sarat sensasi.
“Sampai sekarang saya sudah terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, dengan harapan kebenaran akan muncul pada waktunya. Namun, jujur saja… ini omong kosong,” kata Bellingham dalam pernyataannya yang dikutip Fabrizio Romano pada Rabu.
Bellingham juga meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang terus menyebarkan informasi yang dinilainya menyesatkan dan merugikan.
Baca Juga:Madura United Manfaatkan Jeda Liga, Carlos Perreira Siapkan Pembenahan TimYBM BRILiaN Luncurkan Program Family Strengthening di Desa Wanamekar, Garut
“Saya benar-benar merasa kasihan kepada orang-orang yang percaya pada setiap kata dari para badut dan ‘sumber’ mereka. Jangan percaya semua yang kalian baca. Sesekali mereka perlu dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan misinformasi yang merugikan demi klik dan sensasi.”
Xabi Alonso sendiri baru menangani Real Madrid sejak musim panas 2025. Namun, masa jabatannya berakhir lebih cepat setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona pada partai final Piala Super Spanyol akhir pekan lalu. Menyusul hasil tersebut, manajemen klub memutuskan memecat Alonso dan menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih anyar.
Sesungguhnya, tekanan terhadap Alonso sudah terasa sejak beberapa bulan sebelumnya. Hubungannya dengan sejumlah pemain menjadi sorotan, terutama setelah laporan pada November lalu menyebut adanya ketidakpuasan di ruang ganti terkait metode kepelatihannya.
Nama Bellingham turut terseret dalam rumor tersebut. Ia disebut-sebut tidak sepenuhnya nyaman dengan peran yang diberikan Alonso dan lebih menyukai gaya bermain yang diterapkannya di era Carlo Ancelotti.
Meski demikian, Bellingham telah membantah kabar itu sejak Desember lalu, tepat setelah Real Madrid mengalami kekalahan dari Manchester City di ajang Liga Champions. Saat itu, ia menegaskan dukungannya kepada Alonso dan menyatakan bahwa sang pelatih memiliki hubungan yang baik dengan dirinya maupun pemain lainnya.
Spekulasi kembali menguat setelah kepergian Alonso, dengan dugaan bahwa konflik internal menjadi salah satu faktor utama pemecatan. Situasi ini semakin ramai diperbincangkan di tengah rumor yang mengaitkan Bellingham dengan kepindahan ke Liverpool.
