KURASI MEDIA – Manajemen waktu memiliki peran penting dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Tidak sedikit perilaku berkendara dengan kecepatan berlebih terjadi bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan akibat pengendara terlambat dan terburu-buru untuk mencapai tujuan.
Kondisi tersebut kerap mendorong pengendara memacu sepeda motor melebihi batas aman. Padahal, berkendara dengan kecepatan tinggi dapat mengurangi waktu reaksi, memperpanjang jarak pengereman, serta meningkatkan risiko dan tingkat keparahan kecelakaan di jalan raya.
Oleh karena itu, keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh keterampilan di jalan, tetapi juga dimulai dari perencanaan waktu yang baik sebelum perjalanan.
Baca Juga:YBM BRILiaN Resmikan Balai Rakyat Indonesia di Sukawening, Dorong Kemandirian MasyarakatJude Bellingham Angkat Suara soal Rumor Hubungannya dengan Xabi Alonso
Sejalan dengan hal tersebut, Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan, “Banyak pengendara memacu kecepatan bukan karena situasi darurat, tetapi karena terlambat berangkat. Padahal dengan manajemen waktu yang baik, pengendara bisa berkendara lebih tenang, fokus, dan tetap aman di jalan.”
1. Berangkat Lebih Awal Mengurangi Risiko Ngebut
Dengan berangkat lebih awal, pengendara tidak perlu memacu kendaraan secara berlebihan. Berkendara dengan kecepatan wajar membuat pengendara lebih tenang, fokus, serta mampu membaca kondisi lalu lintas dengan lebih baik.
2. Terburu-buru Menurunkan Konsentrasi
Saat dikejar waktu, pengendara cenderung mengambil keputusan berisiko, seperti menerobos lampu lalu lintas, memaksakan manuver menyalip, atau melaju di atas batas kecepatan aman. Hal ini sangat berpotensi memicu kecelakaan.
3. Kecepatan Tinggi Mengurangi Waktu Reaksi
Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin sedikit waktu yang dimiliki pengendara untuk merespons potensi bahaya di depan. Padahal, kondisi jalan tidak selalu dapat diprediksi, seperti kendaraan berhenti mendadak, jalan berlubang, atau pejalan kaki yang menyeberang.
4. Atur Jadwal dan Perkirakan Waktu Tempuh
Sebelum berangkat, pengendara disarankan untuk memperkirakan waktu perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, kondisi lalu lintas, serta cuaca. Menyisakan waktu cadangan dapat membantu pengendara tetap berkendara dengan tenang tanpa harus terburu-buru.
5. Ingat Tujuan Utama adalah Selamat Sampai Tujuan
Cepat sampai bukan jaminan keselamatan. Berkendara sesuai aturan dan batas kecepatan justru memberikan peluang lebih besar untuk tiba di tujuan dengan aman dan nyaman.Manajemen waktu yang tepat membantu pengendara berkendara lebih santai, disiplin, dan bertanggung jawab di jalan raya.
