Setelah peristiwa Isra’ tersebut, Nabi Muhammad saw. kemudian diangkat menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban bagi seluruh umat Islam.
Perintah ini menjadi bukti betapa agungnya kedudukan salat dalam kehidupan seorang mukmin. Terkait dengan peristiwa Isra’, Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1;
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Qs. Al-Isra: 1)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Baca Juga:5 Menit Sebelum Berkendara, Cek Motor Dulu Biar AmanFrans Putros Kasih Kisi-Kisi Soal Ratchaburi FC, Minta Persib Waspada
Melalui ayat tersebut, Allah Swt. menampakkan kepada seluruh makhluk betapa agung dan sempurnanya kekuasaan Allah Swt.
Dengan kehendak dan kekuasaan Allah Swt., Nabi Muhammad saw. diperjalankan dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina hanya dalam satu malam.
Setelah peristiwa Isra’ tersebut, Nabi Muhammad saw. kemudian mengalami peristiwa Mi’raj, yaitu diangkat menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah Swt.
Perintah yang mulia ini menegaskan kedudukan salat sebagai ibadah yang paling utama dalam kehidupan seorang mukmin.
Ayat ini sekaligus menjadi penegasan atas penganugerahan gelar yang paling tinggi kepada Nabi Muhammad saw., yaitu sebagai hamba Allah (‘abdullah), sebuah derajat kemuliaan tertinggi di sisi Allah Swt. Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah Pesan Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Vol 7, hal 400 menjelaskan bahwa kata sub-ḫâna pada ayat di atas merupakan tanda bahwa peristiwa Isra merupakan peristiwa yang luar biasa.
Sebab lafadz tersebut biasa digunakan untuk menunjukkan keheranan atau keajaiban sesuatu. Ini menunjukkan bahwa peristiwa Isra’ merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Peristiwa Isra’ Nabi Muhammad Saw ini juga sekaligus menjadi tanda bahwa Nabi Muhammad Saw mendapatkan gelar tertinggi sebagai makhluk (abdullah).
Baca Juga:Melayani Sepenuh Hati, PLN Icon Plus Perkuat Keandalan Jaringan lewat Kunjungan dan Visit Cluster di GarutTatap Muka Langsung Diskominfo dangan Insan Jurnalis Kab. Bandung
Penyematan gelar tertinggi oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad saw dengan menyebutnya seorang hamba.
