KURASI MEDIA – Menegaskan posisinya bukan sekadar pusat perbelanjaan kelas atas, 23 Paskal Shopping Center kini resmi membuka diri sebagai ruang publik inklusif bagi pegiat kreatif. Melalui perhelatan bertajuk Bandung Starts Here (BSH), mal yang berlokasi di kawasan Paskal Hyper Square ini memproklamirkan diri sebagai “Rumah Baru” bagi seluruh komunitas di Kota Kembang.
Event tahunan perdana yang digelar mulai 19 hingga 25 Januari 2026 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem kreatif di Bandung. Bandung Starts Here bukan hanya sekadar deretan acara seremoni, melainkan bentuk apresiasi nyata bagi para seniman lokal dan mitra komunitas yang selama ini tumbuh beriringan dengan 23 Paskal.
Campaign, Experience & CRM Manager 23 Paskal, Indra Pratama Wicaksono mengungkapkan bahwa inisiasi ini merupakan langkah konkret untuk menyediakan wadah berekspresi yang aman dan mudah dijangkau masyarakat luas.
Baca Juga:Ethan Nwaneri Sepakat Gabung Marseille, Arsenal Lepas Wonderkid dengan Status PinjamanHasil Liga Champions: Manchester City Takluk di Markas Bodo/Glimt
“Bandung Starts Here adalah awal dari komitmen kami. 23 Paskal bukan hanya pusat perbelanjaan, tetapi rumah baru bagi komunitas—tempat berkumpul, berkreasi, dan saling mengapresiasi. Event ini akan kami selenggarakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan berkelanjutan untuk komunitas,” ujar Indra, Selasa (20/1/2026).
Kolaborasi Lintas Disiplin
Selama satu pekan penuh, pengunjung disuguhi berbagai aktivasi yang melibatkan ribuan partisipan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Redmiller Blood & Re-Exp Exhibition, sebuah pameran visual yang menampilkan ide-ide segar khas seniman Bandung.
Tak hanya bagi orang dewasa, regenerasi kreatif juga dipupuk melalui Workshop Mewarnai & Kreasi Anak yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta cilik.
Selain itu, sisi lifestyle dan kuliner turut menonjol lewat The Majestic Cake Meeting, sebuah ruang temu bagi para pastry chef dan pelaku industri patisserie untuk memamerkan karya kue unik dengan filosofi mendalam di baliknya.
Kemeriahan semakin memuncak dengan hadirnya “Bandung Bernyanyi”. Sebanyak 500 peserta tumpah ruah dalam harmoni suara, seolah menegaskan kembali identitas Bandung sebagai kota musik dan kolaborasi.
Wadah bagi Komunitas se-Jawa Barat
Menariknya, semangat yang diusung tidak terbatas pada wilayah administratif Kota Bandung saja. 23 Paskal secara terbuka mengundang seluruh komunitas di Jawa Barat untuk ikut andil dan memperluas jejaring di ruang publik ini.
