8. Berbagai program prioritas terus berlanjut dan memberi manfaat kepada masyarakat di wilayah Jawa Barat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dilaksanakan di 27 Kab/Kota oleh 4.233 unit SPPG menjangkau 11,14 juta penerima manfaat. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah terbangun 62 ribu unit, tersebar di 1.799 lokasi dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp7,84 Triliun. KDKMP telah terbentuk 5.908 unit koperasi dan telah memiliki akun Simkopdes. Program Sekolah Rakyat telah beroperasi sebanyak 13 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 1.390 siswa. Telah dilakukan Revitalisasi Sekolah pada 1.574 sekolah dan pembangunan 6 unit Sekolah Baru. Program SMA Unggul Garuda telah berjalan sejak tahun ajaran 2025 dengan realisasi belanja sebesar Rp44,61 Miliar. Realisasi belanja Tematik Ketahanan Pangan sebesar Rp6,51 Triliun dengan capaian produksi gabah sebesar 10,23 juta ton. Penyaluran KUR sebesar Rp28,61 Triliun untuk 510 ribu debitur dan penyaluran UMi sebesar Rp2,14 Triliun untuk 417 ribu debitur.
Selain itu, beliau pun menyampaikan kondisi makroekonomi sebagai berikut:
1. Prospek ekonomi global pada tahun 2025 masih cukup resilien, meskipun dinamika pasang surut tensi perdagangan antara AS dengan Tiongkok masih terus berlangsung bertambah dengan ketegangan geopolitik yang melebar ke Eropa. Harga komoditas dunia masih bergerak fluktuatif.
2. Perekonomian Jawa Barat triwulan III 2025 tumbuh 0,46% (q-to-q) dan 5,20% (y-on-y). PDRB ADHK (yoy) sebesar Rp 461,90 Triliun dan ADHB sebesar Rp759,80 Triliun.
Baca Juga:Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster UsahaTelkom Gandeng Mitra Global untuk Akselerasi Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah
3. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,63% (yoy) dengan IHK 110,15. Komoditas yang memberikan andil inflasi: emas perhiasan, cabai rawit dan daging ayam ras, dan cabai merah.
4. Neraca Perdagangan November 2025 (yoy) mencatatkan Surplus USD 2,35 M dengan total Ekspor USD 3,20 M dan Total Impor USD 0,85 M. Pada Januari-November 2025, dilihat dari transaksi perdagangan Nonmigas dengan AS menunjukkan surplus mencapai USD 5,79 M.
5. NTP naik 1,26% menjadi 116,61, sedangkan NTN turun 0,51% menjadi 113,85.
6. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tetap terjaga kuat dan berkesinambungan , dijaga melalui dukungan kinerja positif berbagai sektor, seiring percepatan belanja negara dan optimalisasi penerimaan guna menjaga ruang fiskal yang sehat dan responsive.
7. APBN beserta mesin pertumbuhan yang lain akan terus dioptimalkan peranannya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Berbagai langkah reformasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, maupun belanja.
