Secara keseluruhan, laporan Deloitte mencatat bahwa pendapatan komersial tetap menjadi sumber pemasukan terbesar klub-klub Money League dengan kontribusi 43 persen. Sementara itu, pendapatan hari pertandingan menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat, meningkat 16 persen secara tahunan. Pendapatan siaran menyumbang 38 persen, dengan klub peserta Piala Dunia Antarklub FIFA mencatat lonjakan hingga 17 persen.
Sebanyak sembilan klub Liga Inggris masuk dalam 20 besar Money League, yakni Liverpool (5), Manchester City (6), Arsenal (7), Manchester United (8), Tottenham Hotspur (9), Chelsea (10), Aston Villa (14), Newcastle United (17), dan West Ham United (20). Manchester City sendiri menempati posisi keenam, yang menjadi peringkat terendah mereka sejak musim terdampak pandemi COVID-19 2019–2020.
Deloitte memperkirakan klub-klub Liga Inggris berpeluang memperbaiki posisi pada Money League 2027, seiring dimulainya kontrak siaran baru hingga 2029. Namun, Bridge menegaskan bahwa kesuksesan jangka panjang tetap membutuhkan keseimbangan antara prestasi di lapangan dan diversifikasi pendapatan di luar pertandingan.***
