KURASI MEDIA – Persebaya Surabaya mengawali putaran kedua Super League 2025/2026, setelah berhasil memperpanjang catatan kemenangan di pekan ke-18.
Skuad Bajul Ijo berhasil menggilas PSIM Yogyakarta dengan skor telak tiga gol tanpa balas, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu 25 Januari 2026 sore WIB.
Persebaya membuka keunggulan pada menit ke-35. Umpan matang Bruno Moreira berhasil dituntaskan Gali Freitas dengan tendangan terarah yang menggetarkan jala gawang PSIM.
Baca Juga:Cek Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 27 Januari 2026Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Selasa 27 Januari 2026
Setelah menutup paruh pertama dengan skor 1-0, skuad Bajul Ijo menambah keunggulan di babak kedua, tepatnya menit 73 melalui gol yang dicetak pemain anyar, Bruno Paraiba.
Gelandang asal Brazil tersebut mengawali debutnya bersama Persebaya dengan manis. Ia langsung mencetak gol perdananya di laga melawan PSIM setelah berhasil lolos dari jebakan offside.
Persebaya menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0. Pada menit ke-84, Rachmat Irianto mecetak gol cantik setelah melakukan solo run dari tengah lapangan.
Pemain berusia 26 tahun tersebut berhasil memperdaya lini pertahanan Laskar Mataram lewat aksi solo run, sebelum mencatatkan namanya di papan skor.
Gol cantik pemain yang akrab disapa Rian tersebut membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares takjub. Bahkan ia sampai menyandingkan Irianto dengan legenda hidup Argentina, Diego Maradona.
“Kalau saya melihat gol hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya,” ungkap Bernardo Tavares.
“Saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” sambung mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Baca Juga:Rekam Jejak Dion Markx, Hasil Transfer Senyap PersibLink Streaming Dewa United vs Arema FC di Pekan 18 Super League 2025/2026
Di luar gol Irianto, Tavares memuji penampilan anak asuhnya secara keseluruhan. Menurutnya kemenangan ini diraih berkat kerja keras seluruh pemain di lapangan.
“Bagiku, semua pemain itu penting. Bukan hanya pemain yang mencetak gol, tapi juga pemain yang mampu memastikan kami tidak kebobolan,” jelasnya.
Kendati begitu ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan kemenangan ini. Apalagi Tavares melihat masih ada yang perlu dievaluasi dari timnya di laga tersebut, terutama soal penyelesaian akhir.
“Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” tandasnya.
