Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia menyampaikan bahwa fase pertumbuhan industri saat ini perlu diiringi dengan penguatan kualitas dan literasi.
“Keberlanjutan industri Pindar tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan penyaluran pendanaan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas pendanaan, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Yasmine saat membuka acara Pindar Mengajar di Bandung, Rabu, 12 Februari 2026.
‘Pindar Mengajar’ merupakan program peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
Baca Juga:Daya Group dan DAM Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Tanah Longsor di Cisarua, Bandung Barat10 Kode Redeem Free Fire 12 Februari 2026, Segera Klaim Sebelum Hangus!
Mahasiswa sebagai segmen yang rentan memerlukan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi serta pemanfaatan layanan Pindar secara bertanggung jawab.
Mahasiswa juga akan mendapatkan materi mengenai cara membedakan Pindar yang legal dengan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Harapannya, mahasiswa turut mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dan edukator literasi di lingkungan sekitarnya.
Dengan literasi yang tepat, mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial secara bijak untuk dirinya sendiri, tetapi juga berperan aktif menyebarkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pinjaman yang bertanggung jawab, dan waspada pinjol ilegal kepada komunitasnya.
Sementara itu, melalui Media Roadshow, AFPI bertujuan memperkuat pemahaman media daerah mengenai industri Pindar yang berizin dan diawasi OJK, mendorong penyebaran informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat, membangun kolaborasi jangka panjang antara industri dan media dalam perlindungan konsumen, serta meningkatkan kewaspadaan publik terhadap praktik pinjaman online ilegal.
CEO KrediOne Kuseryansyah mengungkapkan KrediOne meyakini bahwa kepercayaan publik dibangun tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui komunikasi yang humanis serta berorientasi pada layanan dan perlindungan konsumen.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara industri dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang konstruktif bersama AFPI dan rekan-rekan media, kami berharap pesan mengenai pentingnya penggunaan layanan pinjaman daring yang legal, bijak, dan bertanggung jawab dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkualitas,” ujarnya.
Baca Juga:Bojan Hodak Minta Maaf ke Bobotoh Usai Persib Dihajar Ratchaburi FCMakin Mewah, Honda PCX160 Meluncur dengan Pilihan Warna Terbaru
Senada, Direktur Kepatuhan Singa Fintech Faisal Murtadho menyatakan Singa menempatkan literasi keuangan sebagai fondasi utama dalam mendorong pemahaman masyarakat agar menggunakan produk keuangan digital secara bijak dan berkelanjutan.
