Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Jangan Kehilangan Arah di Tengah Derasnya Arus Kehidupan

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat tentang kehidupan. (Pixabay/geralt)
0 Komentar

Syekh al-Maraghi dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Maraghi, menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung pesan agar seorang mukmin menjalani kehidupan secara seimbang antara urusan dunia dan urusan akhirat.

Jangan sampai perhatian terhadap urusan dunia justru lebih mendominasi dan mengalahkan kepedulian terhadap akhirat.

Terlebih lagi, kita meyakini bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026Dihancurkan Ratchaburi FC, Persib Bawa Misi Berat di Bandung

Karena itu, tidak sepantasnya perkara yang fana menguras pikiran dan perhatian kita lebih besar dibandingkan kehidupan yang abadi.

Ma’asyiral muslimin hafizakumullah..

Di ayat lain Allah juga mempertegas bagaimana kehidupan dunia ini:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ

Artinya, “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, saling bermegah-megahan di antara kalian, serta berlomba-lomba dalam memperbanyak harta dan anak keturunan,” (QS. al-Hadid: 20).

Kita dapat menyaksikan gambaran ayat ini di sekitar kita, atau bahkan mungkin pada diri kita sendiri.

Banyak di antara kita bekerja dengan sangat optimal untuk menumpuk harta kekayaan, bukan hanya demi diri dan anak-anak kita, tetapi juga agar dapat dinikmati hingga cucu dan cicit kelak.

Padahal, kita, anak-anak kita, bahkan cicit-cicit kita nantinya tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Kehidupan sejati bagi seorang mukmin adalah kehidupan akhirat.

Oleh karena itu, seharusnya arah dan orientasi hidup kita tertuju pada akhirat, bukan semata-mata pada dunia.

Malik bin Dinar dalam Hilyah al-Awliya’, jilid 2 halaman 357, berkata:

الدُّنْيَا مَطِيَّةٌ، إِنْ رَكِبْتَهَا حَمَلَتْكَ، وَإِنْ حَمَلْتَهَا قَتَلَتْكَ

Artinya, “Dunia itu seperti tunggangan. Jika kamu menungganginya (mengendalikannya), ia akan membawamu. Namun jika engkau memikulnya (dikuasai olehnya), ia akan membinasakanmu.”

Baca Juga:Link Streaming Ratchaburi FC vs Persib di Leg Pertama 16 Besar ACL Two 2025/2026Tabel KUR BRI 2026 Terbaru Pinjaman Mulai Rp 1 Juta, Cicilan Terendah Dibawah Rp 100 Ribu

Dengan demikian, kita harus berupaya agar dunia tidak sampai mengendalikan hidup kita.

Justru kitalah yang harus mengendalikannya, sehingga dunia berada dalam genggaman dan dapat kita manfaatkan secara bijak sesuai tuntunan agama.

Ma’asyiral muslimin hafizakumullah,

Nabi Muhammad SAW pernah menasihati seseorang sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.”

0 Komentar