KURASI MEDIA – Keselamatan di jalan bukan hanya soal kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi tentang seberapa baik kita membaca situasi di depan. Fokus dan kewaspadaan membuat pengendara mampu melihat lebih jauh, memahami pergerakan kendaraan lain, mengenali kondisi permukaan jalan, hingga mengamati aktivitas di sekitar seperti pejalan kaki atau kendaraan yang tiba-tiba keluar dari gang.
Dengan analisa yang tepat, pengendara dapat mengatur kecepatan secara bijak, menjaga jarak aman, serta menentukan jalur yang paling aman sejak awal. Inilah yang membedakan pengendara yang antisipatif dengan pengendara yang hanya bereaksi saat bahaya sudah di depan mata.
Sebaliknya, ketika gagal mengidentifikasi kondisi jalan, keputusan yang diambil seringkali bersifat spontan dan panik. Reaksi menjadi terlambat, ruang gerak semakin sempit, dan risiko kecelakaan pun meningkat.
Baca Juga:Jelang Ramadhan, Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda Dibuka untuk Ribuan PemudikMakin Mewah, Honda PCX160 Meluncur dengan Pilihan Warna Terbaru
Penyebab Umum Gagal Mengidentifikasi Kondisi Jalan
1. Terburu-buru dan Dikejar Waktu
Keinginan untuk cepat sampai sering membuat pengendara mengabaikan situasi sekitar. Fokus hanya tertuju pada tujuan akhir, bukan pada proses perjalanan yang aman.
2. Menggunakan Ponsel Saat Berkendara
Membalas pesan, menerima telepon, atau melihat navigasi tanpa berhenti sejenak dapat memecah konsentrasi. Sekilas saja kehilangan fokus, potensi bahaya bisa terlewat.
3. Sikap Egois di Jalan Raya
Merasa paling benar, memaksakan menyalip, atau enggan mengalah menutup ruang untuk berpikir jernih. Jalan raya adalah ruang bersama yang membutuhkan empati dan saling menghargai.
4. Kurangnya Antisipasi dan Prediksi Bahaya
Pengendara yang tidak terbiasa memprediksi kemungkinan di depan akan selalu berada dalam posisi reaktif. Padahal, keselamatan dibangun dari kemampuan membaca potensi risiko sebelum terjadi.
5. Kondisi Fisik dan Mental yang Tidak Prima
Lelah, mengantuk, atau emosi yang tidak stabil dapat menurunkan ketajaman analisa. Berkendara membutuhkan kondisi tubuh dan pikiran yang siap.
Ludhy Kusuma selaku Instruktur Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora menyampaikan, “Banyak kecelakaan terjadi bukan karena pengendara tidak bisa mengendarai motor, tetapi karena kurang fokus membaca situasi di depan. Berkendara adalah soal prediksi. Semakin jauh kita melihat dan menganalisa potensi bahaya, semakin besar kesempatan kita untuk menghindarinya. Tetap tenang, tidak terburu-buru, dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama adalah kunci utama dalam setiap perjalanan.”
