Sementara itu, sekitar 34–35% lainnya termasuk dalam kategori penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan. Kelompok ini biasanya narik secara lebih situasional, dengan durasi berkendara sekitar 1–2 jam dan rata-rata menyelesaikan 3 order per hari narik. Mereka umumnya memilih waktu-waktu tertentu seperti akhir pekan atau saat membutuhkan pemasukan ekstra, dengan pola kerja yang sangat fleksibel dan tidak rutin setiap hari.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi fondasi utama model kemitraan, karena mitra bebas menentukan tingkat keterlibatan, intensitas narik, serta ritme kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Untuk kategori Mitra Pengemudi Roda 2, terlihat pola yang semakin menegaskan karakter fleksibel industri ini, dimana Mitra Pengemudi juga dikelompokkan menjadi Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama dan Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, sesuai dengan pilihan intensitas kerja dan kebutuhan masing-masing individu.
Baca Juga:Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp300.000 dari Cashbucks, Cukup Isi Survei OnlineDaftar Lengkap Promo JSM Alfamart Weekend Ini, Harga Hemat Mulai Rp3 Ribuan
Pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Utama, aktivitas mengemudi dibagi menjadi nafkah utama dan penghasilan rutin. Sekitar 1–2% merupakan mitra yang menjadikan ojol sebagai nakah utama, dengan tingkat penyelesaian pesanan (order) yang tinggi. Kelompok ini memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari narik. Sementara itu, sekitar 14–15% mitra berada pada kategori penghasilan rutin, dengan kisaran pendapatan antara Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan dan rata-rata sekitar 15 order per hari narik. Bagi kelompok ini, menjadi mitra pengemudi adalah sumber penghasilan utama yang dijalani secara konsisten.
Di sisi lain, pada kategori Mitra Pengemudi Roda 2 – Penghasilan Sampingan, komposisinya relatif seimbang. Sekitar 41–42% berada dalam kategori penghasilan tambahan Rp1–4 juta per bulan, dengan durasi kerja sekitar 2–4 jam dan sekitar 6 order per hari narik. Umumnya mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mulai narik di platform setelah jam kerja atau di waktu senggang tertentu. Sementara 42–43% lainnya tergolong penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan, biasanya narik 1–2 jam atau hanya di akhir pekan dengan rata-rata 4 order per hari narik. Pola ini menunjukkan bahwa mitra dapat menyesuaikan frekuensi narik dan kebiasaan kerja secara fleksibel sesuai kebutuhan ekonomi masing-masing.
